Minggu, 21 Desember 2014

Partai Demokrat Unggul di Jatim

| 1.549 Views
id hasil pemilu, jatim
Surabaya (ANTARA News) - Berdasarkan penghitungan sementara berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim), hingga Jumat petang, Partai Demokrat (PD) masih unggul dibandingkan perolehan suara partai politik (Parpol) lainnya dalam Pemilu legislatif tahun ini.

Demokrat bahkan mampu meraih kemenangan di beberapa TPS, Kecamatan maupun Kabupaten/Kota yang selama ini dikenal sebagai basisnya PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan).

Seperti yang terjadi di Istana Gebang, Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sanan Wetan, Kecamatan Sanan Wetan, Kabupaten Blitar yang merupakan rumah keluarga proklamator Ir. Soekarno (Bung Karno), PD mampu "pecundangi" PDIP.

Hasil penghitungan suara di dua tempat pemungutan suara (TPS) yang tak jauh dari Istana Gebang, menunjukkan partai yang mengantarkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden tersebut, justru unggul.

Di TPS 14, yang berada di kompleks sekitar Istana Gebang, PD mampu unggul dengan perolehan hingga 88 suara untuk DPR RI, lalu PDIP dengan 55 suara, Golkar 19 suara, dan Hanura 11 suara, sedang suara Gerindra "tak terlihat".

Sementara di DPRD tingkat I, Partai Demokrat mampu unggul hingga 65 suara, PDIP 58 suara, Golkar 19 suara, dan Hanura 12 suara. Namun PDIP unggul di DPRD tingkat II, karena Partai Demokrat meraih 48 suara, sedangkan PDIP 50 suara, kemudian Golkar 21 suara dan Hanura 20 suara.

Wakil Ketua KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) TPS 14, Warso, mengungkapkan, tingkat partisipasi masyarakat di TPS 14 cukup tinggi. Hal itu dilihat dari jumlah suara yang sah mencapai 170 lembar dari keseluruhan 231 lembar surat suara.

"Yang lain tentunya tidak sah, karena tidak ada centangan, sengaja dirusak, dan banyak yang dicoret," katanya mengungkapkan.

Sementara itu, di TPS 15, Partai Demokrat juga mampu unggul. Untuk DPR RI partai tersebut mampu meraih hingga 72 suara, lalu disusul PDIP 54 suara, Hanura 40 suara, PKS 17 suara, dan Golkar 15 suara.

Ketua KPPS TPS 15, Supeno Adi mengungkapkan, pihaknya hingga kini masih melakukan penghitungan suara, namun dari jumlah tersebut, dapat dipastikan Partai Demokrat unggul.

Di TPS tersebut, sebanyak 325 pemilih terdata. Dari jumlah itu, sekitar 65 persen sudah menggunakan hak pilihnya, sedang sisanya memilih tidak menyalurkan hak suaranya maupun suaranya tidak sah.

Di Kabupaten Sidoarjo, berdasarkan hasil penghitungan suara sementara oleh tim "Quick and Real Count" Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setempat, Partai Demokrat masih unggul. "Namun, data itu baru sekitar 30 persen suara yang masuk," kata Koordinator Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PKS Sidoarjo, Helmi M.

Data yang digunakan oleh PKS tersebut, berdasarkan berita acara dari saksi-saksi PKS di masing-masing TPS yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

"Berdasarkan hasil penghitungan kami, DPT yang sudah masuk totalnya mencapai 102.629 suara. Sedangkan suara yang terpakai sebanyak 72.384. Dari suara yang terpakai itu, 7.177 di antaranya dinyatakan tidak sah, suara yang sah sebanyak 62.396," katanya mengungkapkan.

Ia mengakui, saksi-saksi yang mereka miliki baru bisa mendapatkan data sesuai berita acara, Jumat (10/4) sekitar pukul 07.00-08.00 WIB. "Baru setelah itu kami masukan data di kantor sekretariat (PKS Sidoarjo)," katanya.

Dari data yang masuk, Partai Demokrat sudah mengumpulkan suara sebanyak 13.880. Disusul kemudian oleh PKB (13.381), PDI Perjuangan (7.259), PAN (5.401), PKS (4.013), Hanura (3.417), Partai Golkar (3.195), Gerindra (3.062), PKNU (2.054), dan Patriot (1.759).

Sedangkan PDS yang termasuk partai "gurem" masih mendapatkan angka di atas seribu (1.239).

Ia mengungkapkan, di Kecamatan Sidoarjo Kota, Partai Demokrat menjadi "raja". Partai-partai lain tak ada yang perolehan suaranya mencapai angka dua ribu.

Satu-satunya pesaing di kecamatan itu hanyalah PAN (1.813). Sedangkan di Kecamatan Sukodono, PKB menang telak dibanding partai-partai lain, dengan perolehan suara 7.164.

Dihubungi secara terpisah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo menyatakan, belum dapat mengumumkan hasil penghitungan suara sementara. "Kami memang tidak mengadakan penghitungan suara cepat," kata staf Sekretariat KPU Kabupaten Sidoarjo, Suryadi.

Ia mengemukakan, sesuai jadwal resmi, penghitungan suara saat ini baru berada di tingkat panitia pemungutan suara (PPS). PPS dijadwalkan mengumumkan salinan sertifikat hasil penghitungan suara pada 10-11 April.

Kemudian panitia pemilihan kecamatan (PPK) melakukan rekapitulasi jumlah suara pemilu dan mengirimkan hasilnya ke KPU antara 11-15 April.

"Jadi, paling cepat baru pada 15 April itu, kami dapat mengetahui hasil penghitungan suara. Selanjutnya, kami mengumumkannya antara 17- 19 April," katanya menjelaskan.

Sementara dari Kabupaten Bojonegoro juga dilaporkan PD unggul. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat setempat memperkirakan di daerah pemilihan (dapil) I, memperoleh dua kursi di DPRD Kabupaten.

"Dari 50 persen tempat pemungutan suara (TPS) yang masuk di dapil I, kami sudah memperoleh sekitar 12.400 suara lebih," kata Sekretaris DPC Partai Demokrat Bojonegoro, Sukur Priyanto.

Dari TPS di dapil I yang sudah masuk tersebut dari Kecamatan Kota Bojonegoro dan Kapas, sedangkan untuk Kecamatan Trucuk dan Dander masih belum dihitung. Namun dengan perolehan 12.400 suara tersebut, diprediksi partainya memperoleh dua kursi untuk DPRD Kabupaten.

Penghitungan itu, katanya, sesuai dengan besaran satu kursi di dapil I dalam bilangan pembagi pemilih (BPP) antara 8.000 hingga 9.000 suara.

"Kami masih terus menunggu laporan dari pengurus kami yang ada di desa," kata Sukur Priyanto, yang duduk sebagai Caleg nomor urut satu di Dapil I itu.

Sementara itu, Ketua DPC PDI P Bojonegoro, Budi Irawanto, dari penghitungan sementara yang dilakukan dari 10 desa di Kecamatan Kapas, partainya memperoleh 1.700 suara.

Dengan perolehan suara itu, diperkirakan paling tidak di dapil I, partainya bisa memperoleh satu kursi. "Kami hanya optimistis dan terus menunggu laporan dari pengurus," katanya.

Dari keterangan yang diperoleh ANTARA hingga Jumat pukul 11.00 WIB, TPS yang masuk di Posko Pemilu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan posko KPU, berjalan lambat.

"Di kantor pemkab baru ada 30 TPS yang masuk," kata Ketua Badan Kesejahteraan Perlindungan Kebangsaan Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas) Bojonegoro, Lukman Wafi.

Sementara itu, di KPU dilaporkan jumlah TPS yang masuk dalam penghitungan IT baru 16 TPS.

Pacitan

Dari Kabupaten Pacitan dilaporkan, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) yang merupakan putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, calon legislator (caleg) DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) VII Partai Demokrat, mendominasi perolehan suara Pemilu 2009 di Pacitan.

Ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) TPS 1, Hadi winarno, mengatakan, Edhie Baskoro memperoleh banyak suara di TPS 1 dan 2 di Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, yang merupakan kampung dan tempat tinggal masa kecil Presiden Yudhoyono.

"Dari total jumlah di TPS 1 sebanyak 402 pemilih, Edhie Baskoro Yudhoyono memperoleh 275 suara, jauh mengalahkan caleg DPR RI lainnya, seperti caleg Rusminiati dengan empat suara, Ramadan Pohan dengan dua suara, juga Anwar Yunus dan Moh. Utomo yang masing-masing hanya satu suara," katanya.

Untuk Partai Demokrat sendiri, ia mengatakan, mampu mengumpulkan 37 suara.

Hal yang sama terjadi di TPS 2 Kelurahan Ploso, Pacitan. Dari 396 jumlah pemilih yang ada, putra presiden mengumpulkan suara sebanyak 194 suara, sedangkan Ramadan Pohan berada di urutan kedua dengan delapan suara, lalu Rusminiati dengan enam suara, dan keempat oleh Anwar Yunus dengan lima suara.

Untuk jumlah suara yang mencentang Partai Demokrat, hasilnya mencapai 68 suara.

Ketika dikonfirmasi hal itu, anggota KPU Kabupaten Pacitan, Damhudi, membenarkan jika caleg Edhie Baskoro Yudhoyono dan Partai Demokrat memperoleh suara mayoritas di Pacitan, namun pihaknya belum dapat memastikan karena proses penghitungan manual masih terus berjalan.

"Suara mayoritas yang beredar memang ke Edhie Baskoro Yudhoyono dan Partai Demokrat, namun KPU Pacitan tidak melakukan akses penghitungan cepat untuk perolehan suara sementara, karenanya kita masih menunggu," katanya.

Menurut Damhudi, KPU memang sengaja tidak menggunakan penghitungan cepat, dengan alasan untuk menghindari konflik yang bisa saja terjadi. Saat ini, proses penghitungan suara masih berada di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK).

"Dari pengalaman yang sudah-sudah di beberapa daerah, penghitungan cepat justru rawan menimbulkan konflik, karena hasil akhir yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kita tetap berpedoman pada penghitungan manual sesuai dengan aturan pemilu," katanya menegaskan.

Ia menambahkan, penghitungan suara di tingkat PPK akan berlangsung pada tanggal 10-15 April mendatang, lalu dilanjutkan dengan penghitungan di tingkat KPU mulai dari tanggal 16-19 April mendatang.

"Untuk hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2009 di Pacitan akan diumumkan pada tanggal 20 April mendatang," katanya.

Keunggulan PD juga terjadi di tempat pemungutan suara (TPS) 10 dan 11 yang merupakan tempat komunitas masyarakat Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.

Bendahara Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Margomulyo, Bambang Sutrisno (27), yang merupakan anak Hardjo Kardi (73), sebagai trah terakhir dari Samin Surosentiko, mengemukakan, perolehan suara tertinggi di dua TPS di dusun setempat, didominasi Partai Demokrat.

Di TPS 10, untuk DPR RI menunjukkan Partai Demokrat memperoleh 81 suara, PKB 31 suara, Golkar dan PDIP masing-masing 18 suara dan PPI sembilan suara.

Untuk perolehan DPRD Kabupaten, Partai Demokrat juga unggul dengan 120 suara, PKB 35 suara, PPI 20 suara, PDIP lima suara, dan Partai Golkar empat suara.

Di TPS 11, yang juga tempat keluarga Hardjo Kardi ikut mencentang, untuk DPR RI menunjukkan Partai Demokrat 52 suara, PKB 27 suara, Partai Golkar 25 suara, PDIP 15 suara, dan Partai Hanura tujuh suara.

Untuk DPRD Kabupaten, Partai Demokrat 79 suara, Partai Golkar 28 suara, PPI 22 suara, PKB 10 suara dan PDIP sembilan suara.

Menurut dia, perolehan caleg tertinggi dari DPR RI diperoleh mantan Bupati Bojonegoro, M. Santoso, yang di dua TPS itu memperoleh 72 suara, sedangkan untuk DPRD Kabupaten caleg dari Partai Demokrat dengan perolehan 151 suara.

Untuk perolehan anggota DPD, Wasis Siswoyo meraih 29 suara, lalu Abdul Kasim 16 suara.

Dalam Pemilu 2009, di TPS 10 tercatat 299 pemilih yang ada dalam DPT dan TPS 11 ada 292 pemilih dengan tingkat kehadiran pemilih mencapai 75 persen.

Sementara di Kabupaten Sumenep, Madura, hasil penghitungan perolehan suara sementara yang dilakukan Relawan Said Abdullah Yess! (SAY/caleg dari PDIP) menunjukkan Partai Demokrat unggul.

Koordinator Relawan SAY, Januar Herwanto, menjelaskan, pihaknya menyiapkan 701 relawan untuk menghitung perolehan suara partai politik peserta Pemilu 2009 dan caleg DPR , di 18 kecamatan daratan dan satu kecamatan kepulauan di Sumenep.

"Kami memang fokus menghitung perolehan suara caleg DPR atau perolehan suara tingkat nasional. Hingga Jumat sore ini, kami sudah berhasil mendata perolehan suara di 571 TPS, yang totalnya sebanyak 59.092 suara," katanya menambahkan.

Dari data suara yang masuk tersebut, Partai Demokrat untuk sementara unggul dengan meraih 16.039 suara, disusul PDIP sebanyak 15.527 suara, PKB sebanyak 11.966 suara.

Kemudian, Partai Golkar sebanyak 6.031 suara, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebanyak 5.028 suara, dan Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak 4.501 suara.

"Kami yakin, penghitungan perolehan suara yang kami lakukan, adalah gambaran perolehan suara yang sebenarnya. Kami bekerja secara obyektif," kata Januar Herwanto menegaskan.

Relawan SAY! adalah komunitas anak muda yang dibentuk anggota DPR dari PDIP, M.H. Said Abdullah, yang pada Pemilu 2009 ini, tercatat sebagai caleg DPR yang diusung PDIP dari daerah pemilihan Jawa Timur XI (Madura).

Sementara itu, parpol lainnya di Sumenep hingga sekarang masih berusaha mengumpulkan data perolehan suaranya dari saksinya yang ditugaskan di masing-masing TPS.

Hingga Jumat, Partai Demokrat, PKB, maupun PAN Sumenep, belum bersedia membuka hasil penghitungan perolehan suara yang dihimpun dari para saksinya.

"Belum bisa dibuka untuk umum. Kami akan membuka data penghitungan perolehan suara, jika semuanya sudah lengkap," kata Sekretaris DPC PKB Sumenep, Ahmad Rusydi.

KPU Provinsi Jatim akan melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilu anggota DPR, anggota DPD, anggota DPRD provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota pada 19 dan 20 April 2009.

"Pada kesempatan tersebut, kami akan mengumumkan hasil penghitungan suara anggota DPR, anggota DPD dan anggota DPRD Provinsi Jatim dan menetapkan hasil pemilu calon anggota DPRD Jatim," kata anggota KPU Provinsi Jatim, Arif Budiman.

Arif mengemukakan, untuk tahapan sekarang antara 10 April hingga 15 April, PPS mengumumkan salinan sertifikat hasil penghitungan suara dari seluruh TPS dan PPK melakukan rekapitulasi tingkat kecamatan serta mengirimkan ke KPU kabupaten/kota.

Rekapitulasi tingkat KPU kabupaten/kota, baru dilaksanakan antara 15 hingga 19 April.

"Pada tahapan tersebut, KPU merekapitulasi suara pemilu anggota DPR, anggota DPD dan anggota DPRD provinsi, kemudian merekapitulasi perolehan suara parpol dan perolehan suara calon anggota DPRD kabupaten/kota," katanya menjelaskan.

Setelah rekapitulasi tingkat KPU kabupaten/kota selesai, hasilnya disampaikan ke KPU Provinsi Jatim antara 17 hingga 19 April.

"KPU Provinsi menetapkan hasil pemilu anggota DPRD provinsi pada 24 April. Apabila terjadi kasus yang berkaitan dengan pidana pemilu yang dapat mempengaruhi perolehan suara peserta pemilu harus selesai selambat-lambatnya 30 April," katanya.

Arif mengatakan, penetapan perolehan kursi dan calon terpilih, serta penetapan jumlah kursi untuk partai politik peserta pemilu anggota DPRD provinsi akan dilaksanakan KPU Jatim antara 19 hingga 20 Mei.
(*)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2009

Komentar Pembaca
Baca Juga