Bandung (ANTARA News) - Sejumlah artis yang menyalonkan anggota legislatif di daerah pemilihan Kota Bandung, Jawa Barat, memimpin perolehan suara Pemilu legislatif tahun ini.

Hingga Sabtu (11/4) pukul 12.00 WIB, hampir semua Caleg artis berada di peringkat atas pengumpulan suara, bahkan Rieke Diah Pitaloka alias Oneng mengungguli perolehan suara Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI Perjuangan, Taufik Kiemas.

Berdasarkan tabulasi penghitungan on-line di KPU Jawa Barat, Oneng sementara memimpin pengumpulan suara PDIP untuk DPR-RI di Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung dan Bandung Barat) dengan 427 suara, sedangkan Taufik Kiemas 261 suara.

Sementara itu Caleg artis lainnya yang `melejit` dalam perolehan suara adalah Marisa Haque Fawzi (PPP), Teuku Firmansyah (PKB), Deddy Drajat (PAN), Rachel Maryam (Gerindra), Nurul Arifin (Golkar), Primus Yustisio (PAN), Buki Wikagoe (Gerindra).

Marissa, Buki Wikagoe dan Teuku Firmansyah `bertarung` di wilayah I Kota Bandung dan Cimahi. Meski demikian, raihan keduanya belum sesignifikan suara yang diraih Oneng Diah Pitaloka.

Primus Yustisio yang mantan Calon Bupati Subang, juga memimpin raihan suara di wilayah Subang, Majalengka dan Sumedang. Untuk sementara Primus di atas Ade Firdaus, caleg yang saat ini anggota DPR-RI.

Sedangkan Nurul Arifin di wilayah Karawang dan Purwakarta juga memimpin.

Di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, Derry Drajat juga bertarung ketat dengan "macan DPR" dari PAN H Deddy Djamaludin Malik.

Sementara itu dalam penghitungan suara Pemilu 2009 di Jawa Barat, Partai Demokrat masih memimpin di posisi teratas disusul PDI Perjuangan, Golkar, PKS dan PAN.

Sementara itu calon-calon unggulan dari Parpol tampaknya harus bersaing ketat dengan caleg artis yang bergabung di partainya.

Sementara itu proses penghitungan suara ditayangkan di layar lebar Media Center KPU Jawa Barat di Jalan Garut Kota Bandung.

"Posisi suara saat ini masih terus berubah, data yang masuk baru sedikit," kata Eldes, petugas Media Center KPU Jawa Barat.

Bahkan data penghitungan surat suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) baru masuk dari Kabupaten Cianjur, daerah lainnya belum menyetor data DPD.
(*)