Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Vietnam akan meingkatkan kerjasama di tiga sektor yaitu pertanian, energi dan industri untuk meningkatkan daya saing ekspor di negara ketiga.

"Yang kita sepakati adalah mencari komplementaritas dan potensi kerjasama untuk menghadapi pasar dunia," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, industri manufaktur di Vietnam seperti otomotif, elektronik, garmen dan alas kaki masih kurang industri pendukung sehingga membutuhkan kerjasama produksi.

Sementara itu, Vietnam juga memproduksi komoditas pertanian yang sama dengan Indonesia seperti beras, kopi, lada, dan karet.

"Jadi, bagaimana kita kerja sama. Apakah aspek produksi, pasca panen atau pemasarannya. Mereka maju pemasarannya. Ini yang akan dijajaki di bidang pertanian," ujarnya.

Pada kunjungan Mendag ke Vietnam 23-25 April 2009, pengusaha dua negara menandatangani kontrak bisnis ekspor batu bara dan jasa logistik.

"Mereka ingin kerjasama migas dan batubara. Mereka maunya impor ada kepastian, dan mereka ingin investasi," tuturnya.

Selama ini, neraca perdagangan dua negara surplus dipihak Indonesia. Ekspor Indonesia ke Vietnam sekitar 1,7 miliar dolar AS pada 2008 dan impornya hanya 700 juta dolar AS.(*)