Denpasar (ANTARA News) - Maraknya pembangunan vila, hotel dan condotel bernuansa modern di Bali, disikapi investor dengan membangun condominium - hotel bernuansa kampung, meniru model bangunan rumah tradisional di Pulau Dewata.

"Kami menyajikan suasana condotel yang berbeda, dengan harapan mampu memberikan pilihan baru yang mampu merebut minat pasar investasi dan nantinya menarik bagi tamu yang memerlukan sarana akomodasi," kata Razie Abdullah, direksi PT Dwamitra Property and Services di Canggu, Kabupaten Badung, Bali, Jumat.

Ia mengungkapkan hal itu di sela-sela peluncuran Condotel Taum Seminyak, yang dibangun PT Dwamitra di atas lahan seluas 7.000 meter persegi di daerah Lebaksari, Seminyak, Kabupaten Badung.

Walaupun bangunannya dirancang empat lantai terdiri 90 unit kamar, namun bercorak tradisional, ruangan model tinggi dan di berbagai sudut dibuat terbuka dengan deretan taman guna menciptakan suasana indah serta sejuk.

Dengan membangun condotel yang berbeda dari model sarana akomodasi yang sudah bertebaran di Bali, Razie Abdullah berharap seluruh unit bisa segera laku dan nantinya mampu memenuhi keinginan serta kebutuhan tamu.

Mengenai nilai investasi pembangunan condotel tersebut, setiap unitnya kini memerlukan biaya rata-rata sekitar Rp1,5 miliar, dan pembangunannya ditargetkan rampung serta mulai dioperasikan untuk tamu umum pada 2010.

Sedangkan penjualan masing-masing unit condotel, katanya, dihitung Rp23 juta per meter persegi, sehingga untuk unit terkecil 45 meter persegi harganya lebih dari Rp1 miliar dan yang terbesar 200 meter persegi mencapai Rp4,6 miliar.

"Melihat perkembangan saat ini yang sudah terjual 20 persen, kami optimistis condotel dengan nuansa kampung ini seluruhnya segera terjual. Peminat dari Jakarta cukup banyak," kata Razie Abdullah.

Hal itu juga didasarkan pengalaman menangani beberapa proyek sebelumnya, yakni Apartemen Nirvana, Apartemen Senopati Suites, Villa Biu Biu Jimbaran, Villa Paya Paya (bersama grup Asiana) dan beberapa proyek perumahan kelas atas di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Pembangunan condotel tersebut ditangani arsitek Andra Matin, yang menghadirkan nuansa bersahabat dan unik, tetapi tidak meninggalkan kebutuhan privasi dengan kombinasi konsep ruang modern. (*)