Jakarta (ANTARA News) - Polri mengeluarkan dua sketsa wajah yang diduga kuat menjadi eksekutor bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat, 17 Juli.

Sketsa wajah itu dibagikan kepada wartawan dalam jumpa pers di Jakarta Media Center, Bellagio Mall, yang tidak jauh dari lokasi ledakan, Rabu, oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Nanan Sukarna dan Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Pol Eddy Suparwoko.

Menurut Nanan, sketsa wajah itu dibuat berdasarkan temuan dua potong kepala yang ditemukan di dua lokasi ledakan.

Ciri fisik potongan kepala di Hotel JW Marriott antara lain berjenis kelamin laki-laki, umur 16-17 tahun, kulit putih, rambut hitam lurus pendek, tinggi badan diperkirakan 180-190 cm, dan ukuran sepatu sekitar 42-43.

"Ukuran sepatu dapat diketahui karena polisi menemukan sepatu yang diduga dipakai pelaku bom bunuh diri di Marriott," kata Nanan.

Sedangkan sketsa potongan kepala yang ditemukan di Hotel Ritz-Carlton antara lain berciri-ciri jenis kelamin laki-laki, umur 40 tahun, kulit sawo matang, rambut hitam lurus pendek, dan tinggi badan sekitar 165 cm.

Menurut Nanan, kedua potongan kepala yang ditemukan di lokasi kejadian dipastikan bukan berasal dari dua nama yang selama ini oleh media massa disebut sebagai pelaku bom bunuh diri, yaitu Nur Hasbi dan Ibrahim.

Polri memastikan hal itu setelah melakukan uji DNA dari kedua potongan mayat dengan pihak keluarga ataupun keterangan dari pihak lain.

Namun, Polri memastikan bahwa kedua potongan kepala itu adalah pelaku bom bunuh diri.

Sedangkan potongan kepala yang ditemukan di Hotel JW Marriott dipastikan pernah berada di kamar 1808, Hotel JW Marriott.

Uji DNA antara sisa barang milik tamu di kamar 1808 identik dengan DNA potongan kepala yang diduga pelaku bom bunuh diri. sedangkan potongan kepala di Hotel Ritz-Carlton diduga sebagai pelaku bom bunuh diri berdasarkan keterangan saksi maupun oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun polri belum melakukan uji DNA karena kurang data pembanding.

Sejumlah media sempat menyebut Nur Hasbi, warga Temanggung sebagai pelaku bom bunuh diri di JW Marriott, sedangkan Ibrahim, seorang tukang bunga, sebagai pelaku bom bunuh diri di Ritz-Carlton, namun hal itu terbantah oleh penyelidikan secara ilmiah oleh dokter kepolisian.

"Kedua orang inilah, yang menjadi fokus penyelidikan Polri. Kami minta agar warga ikut membantu mengungkap siapakah identitas kedua orang itu," kata Nanan.

Nanan juga menyebutkan bahwa kedua orang pelaku bom bunuh diri itu juga bukan Bahrudin, warga Cilacap yang diduga terlibat jaringan terorisme.

Namun begitu, Nanan memastikan bahwa tidak ada kecocokan antara data-data yang selama ini masuk ke kepolisian dengan data-data kedua pelaku bom bunuh diri, termasuk identik dengan Ibrahim, Nur Hasbi dan Cilacap (Bahrudin).

Sementara itu, Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan Polri, Brigjen Pol Eddy Suparwoto mengatakan, di lokasi kejadian Hotel JW Marriott, Tim Dokter mengumpulkan beberapa potongan tubuh dan setelah diteliti ternyata bagian dari satu anggota tubuh. (*)