Jakarta  (ANTARA News) - Juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, pemerintah sedang mencari sumber pendanaan untuk memulangkan ratusan WNI yang izin tinggalnya telah berakhir (overstayer) di Arab Saudi.

Hal itu dikemukakan oleh Faiza di Ruang Palapa, Gedung Deplu, Jakarta, Jumat, saat diminta pendapatnya mengenai aksi unjuk rasa ratusan WNI overstayer di KJRI Jeddah, Arab Saudi yang berakhir dengan penangkapan oleh aparat Arab Saudi.

"Saat ini ada 1.028 orang WNI yang ditampung di pusat penahanan Arab Saudi," katanya.

Menurut Faiza, para WNI overstayer tersebut memang menghendaki ditangkap oleh aparat Arab Saudi agar dapat dipulangkan secara cuma-cuma dan menghindari denda. Pada umumnya mereka adalah para WNI yang pada mulanya berangkat ke Arab Saudi untuk umrah tapi kemudian menyalahgunakan izin tinggal.

Pada Rabu (19/8) sekitar pukul 22.30 waktu setempat sedikitnya 500-an orang WNI overstayer melakukan aksi demo di depan KJRI Jeddah. Ketika terdengar kabar adanya penangkapan dari aparat maka menurut Faiza kemudian datang berbondong-bondong sekitar 500-an WNI overstayer yang lain.

"Demo itu memang sengaja dilakukan agar mereka ditangkap dan ditempatkan di pusat penahanan untuk dideportasi sehingga bisa dipulangkan secara cuma-cuma," katanya.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan selama enam tahun terakhir Pemerintah Arab Saudi selalu segera menangkap dan memulangkan para WNI overstayer namun tiap tahun selalu ada akumulasi jumlah sehingga pihak Arab Saudi tidak lagi mau memulangkan mereka.

Faiza mengakui, dari prosesnya memang kejadian itu suatu hal yang memprihatinkan karena dilakukan semata-mata untuk menghindari denda dan pulang secara cuma-cuma.

Oleh karena itu, lanjut dia, di masa mendatang pemerintah Indonesia berusaha untuk memberikan pengertian kepada masyarakat untuk tidak lagi menggunakan cara-cara yang memberikan citra negatif bagi bangsa demi keuntungan pribadi. (*)