Sabtu, 30 Agustus 2014

Polisi Tewas Ditembak Brimob

Senin, 24 Agustus 2009 12:43 WIB | 2.370 Views
(ANTARA/Grafis/Hanmus)
Mataram (ANTARA News) - Bripda Arya Utama (25), anggota Polsek Empang Polres Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB) tewas setelah ditembak orang yang diduga anggota Brimob Polda NTB, di depan Kantor Pegadaian Empang, Senin dinihari sekitar pukul 00.40 Wita.

Kasubbid Publikasi Bidang Humas Polda NTB, Kompol Tribudi Pangastuti kepada wartawan di Mataram membenarkan kalau pelaku penembakan yang disebut-sebut sebagai anggota Brimob Polda NTB itu masih dalam pengejaran.

"Pelakunya masih dalam pengejaran, motif penembakan itu pun masih dalam penyelidikan," ujar Tribudi.

Ia mengatakan, informasi awal yang diterima Polda NTB menyebutkan insiden penembakan itu terjadi ketika Bripda Arya yang saat itu sedang menjalankan tugas jaga di Kantor Pegadaian Empang itu berupaya menyetop laju truk dari arah Sumbawa menuju Dompu.

Anggota Polsek Empang itu mendapat informasi truk itu mengangkut barang bermasalah, sehingga ia mencoba menghentikannya namun justru ia ditembak oleh orang yang berada di bak truk.

Bripda Arya terkena tembakan di bagian lehernya hingga menghembuskan napas terakhirnya seketika itu juga .

Informasi yang berkembang, pelaku penembakan itu diduga anggota Brimob berdasarkan keterangan berbagai pihak yang mengaku mengenalnya.

Saat insiden penembakan itu, korban sedang didampingi masing-masing seorang satpam dan karyawan Pegadaian.

Sesaat setelah insiden penembakan itu, sejumlah aparat kepolisian yang dibantu masyarakat setempat berupaya mengejar truk yang mengangkut orang yang diduga anggota Brimob Polda NTB itu hingga mengetahui sejumlah pihak yang berada dalam truk itu.

Sejumlah pihak menyatakan pelaku dan korban penembakan itu pernah terlibat konflik pribadi.

Namun hingga berita ini disiarkan, pihak Polda NTB belum mempublikasikan identitas pelaku penembakan itu.

Sementara jenazah Bripda Arya sedang dalam perjalanan dari Pulau Sumbawa ke kediaman orang tuanya di Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Namun jenazah terlebih dahulu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB di Mataram untuk diotopsi.

Bripda Arya meninggalkan istri dan seorang anaknya yang baru berusia delapan bulan. (*)

Editor: Bambang

COPYRIGHT © 2009

Komentar Pembaca
Baca Juga