Sabtu, 2 Agustus 2014

Octapharma Menargetkan Resiko Utama Pengobatan Hemofilia-Antibodi FVIII

Rabu, 26 Agustus 2009 17:50 WIB | 1.975 Views

LACHEN dan HOBOKEN, N.J., 26 Agustus (ANTARA/PRNewswire-AsiaNet) --

Simposium ISTH Bahas Pencegahan dan Pemberantasan Penghambat FVIII dan Memperkenalkan Rekombinan Pertama FVIII Yang Diproduksi Dari Rangkaian Sel Manusia

     Octapharma AG merupakan pemimpin dari insiatif internasional yang fokus pada pemberantasan resiko-resiko utama yang berkaitan dengan terapi hemofilia--anti-faktor VIII (FVIII) antibodi, yang juga dikenal sebagai zat penghambat. Insiatif ini, bersama dengan upaya-upaya Octopharma dalam pembuatan terapi rekombinan pertama FVIII yang diproduksi dari sebuah lini sel manusia, dapat secara dramatis berdampak pada pengobatan sekitar satu dari setiap 5.000 hingga 10.000 laki-laki yang lahir dengan hemofilia di seluruh dunia. Di seluruh dunia, 75 persen kasus hemofilia tidak terdiagnosa atau tidak tertangani.

     Octapharma AG, produsen produk-produk plasma terbesar ketiga dunia, baru-baru ini datang bersama sejumlah peneliti penggumpalan darah untuk menghadiri dua simposium mengenai pentingnya isu ini selama penyelenggaraan Kongres Dua Tahunan Masyarakat Internasional Thrombosis and Haemostasis (ISTH) di Boston. Octapharma merupakan satu dari hanya lima sponsor Platinum di Kongres ISTH, yang akan dihadiri sekitar 7.500 perwakilan dari masyarakat peneliti dan kedokteran serta sejumlah pasien.

     Para ahli pengobatan mencatat selama simposium itu terdapat hingga 40 persen dari pasien yang tidak tertangani sebelumnya (PUPs) dengan hemofilia A lanjutan paling serius mengalami komplikasi dari terapi penempatan FVIII--pemberantas antobodi--di mana dapat menyebabkan terjadinya pendarahan, dan kerusakan lainnya, yang bisa menyebabkan kematian.

     "Kami membawa masyarakat internasional untuk memerangi kasus tersebut sebab komitmen kami kepada penderita hemofilia A di seluruh dunia kembali ke pembetukan Octapharma 25 tahun lalu," kata Vice Chairman Octapharma AG, Kim Bjornstrup. "Terapi pertama kami adalah mengembangkan masyarakat hemofilia dan hari ini sebagian besar para pembela pasien hemofilia mengatakan bahwa perkembangan zat penghambat merupakan penghalang terbesar bagi pengobatan yang efektif. Octapharma fokus pada inovasi pengembangan strategi yang akan membantu meningkatkan kualitas hidup pasien dengan mencari pengobatan yang efektif dan mengembangkan produk-produk untuk mengatasi hambatan ini."

     Octapharma mensponsori simposium "Pencegahan dan Pemberantasan Zat Penghambat FVIII: Menjembatani Laboratorium dan Lahan Penelitian" diketuai oleh David Lillicrap, M.D., Profesor Patologi dan Pengobatan Molekular di Queen University di Ontario, Kanada dan Georges E. Rivard, M.D., Profesor Pediatrics di Universite de Montreal. Simposium memberikan kesempatan untuk membahas data pendukung baru-baru ini menggunakan faktor von Willebrand (VWF)/FVIII untuk Immune Tolerance Induction (ITI) bagi pasien hemofilia A dengan prognosis minim untuk hasil ITI yang sukses.

     Para penyaji akan menkaji ulang keseimbangan antara aspek klinis dan praklinis atas pencegahan dan pemberantasan zat penghambat. Selain itu, data klinis prospektif terakhir yang diperoleh dengan pengklasan berbeda FVIII yang digunakan untuk pengobatan ITI akan disajikan bersamaan dengan kemajuan terkini dari studi penyelidikan lebih lajut dari resiko perkembangan zat-zat penghambat di sejumlah pasien hemofilia.

     "Kian banyaknya pengalaman pengobatan selama ini menunjukkan bahwa VWF-yang berisi FVIII meningkatkan kemungkinan kesuksesan khususnya pada pasien-pasien dengan faktor-faktor penunjuk yang minim," kata penyaji simposium Wolfhart Kreuz, M.D dari Hemophilia Comprehensive Care Centre di Johann Wolfgang Goethe University Hospital di Frankfurt, Jerman. "Kesuksesan ITI membawa normalisasi FVIII, sehingga memungkinkan terapi secara efektif dengan peningkatan berkesinambungan dalam kualitas hidup pasien dan menurunkan biaya pengobatan."

     Simposium yang disponsori Octapharma "Dari Manusia ke Manusia-Memperkenalkan Recombinant Pertama FVIII yang diproduksi Dari Lini Sel Manusia" diketuai oleh Edward G.D. Tuddenham, M.D., Direktur The Katharine Dormandy Haemophilia Center & Thrombosis Unit di London, dan Johannes Oldenburg, M.D., Ph.D., Kepala dan Direktur Institute of Experimental Haematology and Transfusion Medicine di Bonn, Jerman.

     "Dua puluh tahun setelah dimulainya percobaan klinis dengan konsentrat rFVIII yang dilakukan dalam sel-sel hamster, senyawa baru rFVIII masuk dalam studi klinik baru-baru ini," kata Dr. Tuddenham. "Tujuan utama di belakang perkembangan rFVIII baru ini adalah mengurangi tantangan menyeluruh dari tantangan immunogenic (dan hasil pembentukan zat penghambat) bagi pasien hemofilia selama terapi penempatan rFVIII. Bagian penting dari strategi ini adalah pengembangan protein manusia rFVIII yang menggunakan sistem protein berbasis sel manusia sebagai pengganti penggunaan lini sel turunan hamster yang telah ada."

     Simposium tersebut membahas keuntungan menggunakan protein yang berbasis sel manusia; karakterisasi pra klinik dan sejumlah fungsi dari faktor rekombinan pertama VIII (rFVIII) dari lini sel manusia; dan program rencana global klinik dengan rFVIII baru hasil turunan dari sel manusia. Penyeldikan aplikasi obat baru untuk lini sel manusia Octapharma rFVIII telah disimpan di Amerika Serikat (AS) pada Mei 2008. Percobaan-percobaan klinik yang dimulai di Rusia pada musim semi 2009 dan diharapkan mulai dilakukan di AS akhir tahun ini. Selain itu, Octapharma memiliki produk-produk lini sel manusia rekombinan lainnya dalam berbagai perkembangan.

     Selama simposium, akan disajikan pula kemungkinan keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan lini sel manusia untuk produksi rekombinan FVIII. Hal itu termasuk ketiadaan pengoyakan antigen epitopes Gal-1,3-Galactose dan N-glycolyl-neuraminic-acid pada protein FVIII, di mana dapat mengurangi immunogenicity dibandingkan produk rekombinan faktor VIII yang dipasarkan baru-baru ini yang semuanya merupakan turunan dari lini sel hamster dan juga potensi peningkatan yang dapat ditoleransi.

     Octapharma AG
     Octapharma AG berkantor pusat di Lachen, Swiss, produsen produk-produk plasma terbesar ketiga di dunia dan telah komit untuk perawatan pasien dan inovasi kedokteran selama lebih dari 25 tahun. Bisnis inti Octapharma adalah mengembangkan, memproduksi dan menjual terapi-terapi protein manusia kualitas tinggi baik yang berasal dari plasma manusia dan lini sel manusia, termasuk immune globulin intravenous (IGIV). Di AS, produk IGIV Octapharma, octagam(R) (immune globulin intravenous [human] 5%), digunakan untuk pengobatan kelainan pada sistem kekebalan dan Albumin Octapharma (Human) diindikasikan untuk membangun dan merawat volume sirkulasi darah. Octapharma memperkerjakan lebih dari 3.000 orang dan mempunyai pengalaman biofarmasi di 80 negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, di mana Octapharma USA berkantor pusat di Hoboken, N.J. Octapharma mengoperasikan dua lokasi produksi di bawah lisensi Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, memberikan fleksibilitas produksi tingkat tertinggi dan meminimalkan kelangkaan produk. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.octapharma.com

     Pernyataan Berwawasan Ke Depan
     Siaran pers ini berisi pernyataan berwawasan ke depan, di mana termasuk resiko-resiko yang dikenal maupun tidak dikenal, ketidakpastian dan faktor-faktor lain yang tidak di bawah pengawasan perusahaan. Perusahaan berasumsi tidak mempunyai kewajiban apapun untuk memperbaharui pernyataan berwawasan-ke depan ini atau konfirmasi atas kejadian dan perkembangan yang terjadi di masa datang. Faktor-faktor ini termasuk hasil-hasil dari penelitian saat ini atau yang tertunda dan perkembangan kegiatan dan aksi yang dilakukan oleh FDA atau badan berwenang lainnya.

     SUMBER: Octapharma AG

     KONTAK: Fred Feiner dari Yankee Public Relations,
                   1-908-894-3930,
                   fred@yankeepr.com,

                   untuk Octapharma AG

COPYRIGHT © 2009

Komentar Pembaca