Sabtu, 25 Oktober 2014

Seniman Bacakan Puisi Karya Rendra

| 3.153 Views
id ws rendra
Seniman Bacakan Puisi Karya Rendra
(ANTARA/Benny S Butarbutar/&)
Pekanbaru (ANTARA News) - Sejumlah seniman papan atas membacakan puisi karya WS Rendra dalam acara bertajuk "Kagum Rendra", di Jakarta, Senin, untuk mengenang 40 hari kepergian penyair berjuluk sang "Burung Merak" itu.

Sederetan seniman papan atas tersebut di antaranya Putu Wijaya, Djajang C Noer, Harry Tjahyono, Djenar Maesa Ayu, Ninik L Karim, Slamet Raharjo, dan Butet Kertarajasa.

Diiringi alunan biola, pembacaan puisi karya rendra berlangsung penuh penghayatan hingga memukau ratusan penonton yang hadir.

Salah satu seniman, Butet Kertaradjassa membacakan puisi karya Rendra berjudul "Sajak Orang Kepanasan" dengan penuh pendalaman sementara Djenar Maesa Ayu juga membacakan puisi karya Rendra berjudul "Sebatang Lisong"

Selain itu, Adi Kurdi membacakan puisi Rendra yang menceritakan tentang seorang pekerja seks komersil dan Djajang C noer, membacakan puisi Rendra berjudul "MG".

Tepuk tangan meriah membahana dari seluruh penonton yang hadir usai pembacaan puisi karya Rendra dari setiap seniman yang tampil.

Selain membacakan puisi, para seniman juga sempat menceritakan pengalaman mereka bersama WS Rendra selama hidupnya kepada penonton.

Hampir seluruh seniman yang tampil menyebutkan bahwa Rendra merupakan orang "besar" dalam bidang sastra meskipun dalam kehidupan pribadinya terkadang sama seperti orang kebanyakan.

"Rendra sangat manusiawi, seperti orang kebanyakan namun yang paling saya ingat dia adalah pengagum perempuan dan sangat hormat kepada ibundanya," kata salah satu seniman yang tampil, Djajang C Noer.

Sementara Slamet Raharjo mengatakan, Rendra merupakan sastrawan yang berani mengkritik dalam setiap karya-karyanya.

"Rendra mengajarkan kepada kita arti kemerdekaan yang sesungguh-sungguhnya," katanya.

Rendra meninggal dunia dalam usia 74 tahun pada Kamis, 6 Agustus 2009, sekitar pukul 21.30 WIB setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2009

Komentar Pembaca
Baca Juga