Selasa, 29 Juli 2014

Jumlah TKI di Malaysia Terus Menurun

Minggu, 15 November 2009 22:27 WIB | 3.245 Views
Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah berjalan melintas di depan ruang tunggu saat tiba kembali di tanah air, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11). (ANTARA/Ismar Patrizki)
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Seiring dengan pembangunan ekonomi Indonesia yang terus maju menyebabkan jumlah TKI (tenaga kerja Indonesia) ke Malaysia makin menurun karena mereka mengisi pembangunan di berbagai daerah.

"Yang paling kelihatan sekali adalah penurunan jumlah pembantu. Tiga tahun lalu jumlah pembantu Indonesia di Malaysia mencapai 400.000, tahun 2007 turun menjadi sekitar 300.000 orang, dan tahun 2008 turun lagi menjadi 230.000," kata Wakil Dubes RI untuk Malaysia Tatang B Razak, ketika membuka Warung Hotlink, di Klang, Selangor, Minggu.

Selain sektor pembantu rumah tangga, sektor lainnya seperti kontruksi, perkebunan dan jasa juga ada kecenderungan menurun. "Kami berharap pembangunan di Indonesia sendiri terus maju sehingga menyerap banyak tenaga kerja dan Indonesia makin banyak mengirim tenaga ekspatriatnya ke Malaysia," tambah Tatang.

Ia mengatakan hal itu ketika membuka warung Maxis (Hotlink), penyedia jasa selular terbesar di Malaysia, di Klang Selangor. "Kami terus memberikan informasi mengenai pembangunan di Indonesia yang terus maju melalui tabloid Caraka. Tabloid Caraka ini dikelola oleh kantor berita ANTARA hingga oplahnya mampu 30.000 eksemplar," katanya.

Ketika dikelola oleh KBRI hanya dicetak 1.000 eksemplar. Tabloid itu didistribusikan secara gratis mulai dari KBRI Kuala Lumpur, KJRI Penang, KJRI Johor Bahru, KJRI Kota Kinabalu Sabah dan KJRI Kuching Sarawah.

"Kami sangat berterima kasih kepada Maxis yang telah membuka warung Hotlink selain memberikan informasi mengenai kabar dari Indonesia dan KBRI via tabloid Caraka juga menyediakan informasi dan penjualan tiket Garuda dan penerbangan nasional lainnya, serta produk Indonesia seperti Kopi Kapal Api, Teh Botol, jamu-jamu Indonesia, jua kamus bahasa Indonesia, Malaysia, dan Inggirs," tambah Tatang.

Sementara itu, COO (Chief Operation Officer) Maxis, Jean Pascal van Overbeke, mengatakan dengan pembukaan warung Hotlink di Kampung Baru, Kuala Lumpur dan Klang, Selangor, adalah untuk mendekatkan Hotlink dengan para pengguna jasanya.

"Dengan adanya warung Hotlink yang menyediakan begitu banyak informasi KBRI dan produk Indonesia membuktikan produk kami dekat dengan pelanggan Indonesia," kata Jean Pascal, warga negara Prancis itu.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2009

Komentar Pembaca
Baca Juga