Jakarta (ANTARA News) - Bank Tabungan Negara (BTN) telah menetapkan harga saham penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp800 per lembar dan bank itu akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) 17 Desember mendatang.

Wakil Direktur Utama BTN, Evi Firmansyah, dalam siaran persnya, Jumat, mengatakan, penetapan harga saham IPO ini melalui proses yang cermat dengan mempertimbangkan berbagai aspek signifikan yang terkait.

Menurut Evi, harga saham IPO ini ditetapkan melalui rapat antara kementerian BUMN, manajemen BTN dan penjamin pelaksana emisi (PT Mandiri Sekuritas dan PT CIMB Securities Indonesia) pada 3 Desember 2009 kemarin.

"Harga per saham BTN telah ditetapkan Rp800 per saham. Jumlah saham yang akan dikeluarkan adalah sebanyak 2,36 miliar saham," kata Evi.

Dia juga menjelaskan, perolehan dana hasil IPO ini akan dipergunakan untuk memperkuat modal sehingga dapat memperluas ekspansi kredit ke depannya.

Dengan pelepasan sebanyak 2,36 miliar saham atau setara dengan 27,08 persen saham, dengan rincian 24,48 persen akan diperuntukkan untuk publik dan sisanya 2,60 persen dialokasikan untuk program MSOP.

Harga yang ditawarkan berkisar 1,5-2,2 price "to book value (PBV)" yaitu antara Rp750- Rp1100 per unit. Dari proporsi keseluruhan jumlah saham yang ditawarkan, sebesar 60 persen pembeli merupakan investor lokal dan sisanya adalah asing.

Evi mengatakan, dana publik yang terserap diharapkan dapat meningkatkan rasio kecukupan modal Perseroan menjadi 27 persen dari yang sebelumnya sebesar 15,04 persen.

"Dengan demikian, perseroan akan mengalami pertambahan modal menjadi Rp5 triliun dari yang sebelumnya Rp3,4 triliun sehingga hal ini bisa membuat `laverage` penyaluran kredit Perseroan menjadi Rp60 triliun," katanya.

Rangkaian "roadshow" IPO BTN bukan saja sukses diselenggarakan di beberapa kota besar di tanah air seperti Jakarta, Medan, Palembang, Makassar, Semarang dan Surabaya, namun juga ke beberapa kota-kota besar dunia seperti Singapura, Kuala Lumpur, Hong Kong, Frankfurt, Amsterdam, London, dan Edinburgh.

Dari kunjungan ke beberapa negara tersebut terlihat bahwa saham BTN ternyata menarik minat yang tinggi dari kalangan investor luar negeri.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009