Kamis, 23 Oktober 2014

Pameran "Indonesia Dalam Kartun" Menjadi Media Kritik

| 2.629 Views
id kartun, solo, pameran kartun
Pameran
Seorang pengunjung melintas di dekat karya-karya kartun yang di pajang pada Pameran Kartun Nasional bertajuk "Indonesia Dalam Kartun" di Monumen Pers Nasional, Solo, Jateng, Minggu (13/12). (ANTARA/Andika Betha)
Solo (ANTARA News) - Pameran kartun nasional "Indonesia Dalam Kartun" menjadi media kritik dari para kartunis peserta pameran tersebut terhadap kondisi yang terjadi di Indonesia belakangan ini.

Dalam pameran yang diikuti oleh sekitar 86 kartunis di Solo, Jateng, Minggu, hampir 90 persen karya yang ditampilkan mengkritik kondisi-kondisi aktual yang sedang melanda Indonesia belakangan ini.

Kasus-kasus, seperti kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kasus hukum yang menimpa Prita Mulyasari, dan sejumlah kasus hukum yang melibatkan rakyat keci, tertuang dalam gambar-gambar kartun dengan tokoh-tokoh unik dan lucu.

Tidak sedikit gambar-gambar kartun yang dipamerkan menampilkan tokoh-tokoh terkenal, seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Bibis S Riyanto, Chandra M Hamzah, hingga tokoh Nenek Minah yang divonis bersalah mencuri tiga buah kakao di Kabupaten Banyumas.

"Gambar-gambar kartun yang ditampilkan merupakan wujud kegelisahan dan kepedulian para kartunis dalam merespon kondisi yang terjadi saat ini, baik di Indonesia maupun di dunia," kata ketua panitia pameran tersebut, Agus Siswanto di Solo, Minggu.

Tentang banyaknya masalah aktual di Indonesia yang diangkat pada 90 persen karya, kata dia, bukan hasil arahan dari panitia pameran.

"Semua itu wujud ekspresi alami dari para kartunis. Adanya pameran ini memberikan media bagi mereka untuk berekspresi dan mengapresiasi terhadap kondisi yang terjadi saat ini," kata Agus.

Menurutnya, media berekpresi parabkartunis dalam mengkritik kebijakan pemerintah dan kondisi yang tidak menguntungkan bagi masyarakat, saat ini masih kurang.

"Sebenarnya di media massa sudah memberikan ruang bagi para kartunis, tetapi kebijakan setiap media masih memberikan pembatasan bagi mereka," kata dia.

Meskipun jarang digelar, lanjutnya, acara pameran sangat berarti bagi mereka karena memberikan ruang pembebasan berekspresi, terutama dalam mengeluarkan kritikan.

Oleh karena itu, kata dia, adanya 90 persen karya kartunis yang berisi kritikan merupakan hal yang wajar.

"Dengan adanya pameran kartun-kartun berisi banyak kritikan ini diharapkan masyarakat yang menyaksikannya dapat merenung dan terinspirasi melakukan yang terbaik dalam memperbaiki kondisi Indonesia," kata Agus Siswanto.

Sementara itu, kartunis-kartunis yang menampilkan karyanya, seperti Pramono R Pramoedjo (Sinar Harapan), Priyanto Sunarto (Majalah Tempo), Joko Luwarso (Warta Kota), Tyud (Seputar Indonesia), Gatot Eko Cahyono (Suara Pembaharuan), Djoko Susilo (Suara Merdeka), dan sejumlah kartunis lainnya.

Pameran kartun nasional "Indonesia Dalam Kartun" diselenggarakan hingga Kamis (17/12) di Monumen Pers Nasional, Kota Solo.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2009

Komentar Pembaca
Baca Juga