Minggu, 26 Oktober 2014

Tiket Kereta Api Gajayana Naik

| 8.178 Views
id tiket kereta api, ka gajayana, harga tiket, ka
Tiket Kereta Api Gajayana Naik
Tiket KA/ilustrasi. (ANTARA/Lukisatrio)
Malang (ANTARA News) - Harga tiket Kereta Api (KA) Eksekutif Gajayana jurusan Jakarta-Malang mengalami kenaikan dari Rp270 ribu menjadi Rp360 ribu, mulai 30 Desember 2009 hingga 2 Januari 2010.

Wakil Kepala Stasiun Kota Baru Malang, Jawa Timur, Irfan Karsidi, Senin, mengatakan, kenaikan ini telah disesuaikan dengan batas atas atau ketentuan maksimal yang telah diterapkan setiap menjelang liburan panjang.

Kenaikan harga tiket ini hanya diberlakukan bagi kelas Eksekutif, sementara KA kelas Ekonomi Matarmaja yang memiliki rute sama tidak mengalami kenaikan.

Ia mengatakan, selain menaikan tarif dalam menghadapi tahun baru, PT KA juga akan menambah dua gerbong untuk setiap kereta guna mengantisipasi tingginya lonjakan penumpang.

Irfan menjelaskan, untuk KA Gajayana yang biasanya membawa 8 gerbong akan ditambah 2 gerbong menjadi 10 gerbong, begitu pula dengan KA Matarmaja.

Ia memprediksi, pada tahun baru ini jumlah penumpang akan mengalami peningkatan dari 1.800 orang hingga mencapai 3.000 orang penumpang setiap harinya.

Sementara berdasarkan data dari tiket yang telah masuk dua hari sebelumnya, yakni tanggal 26 Desember, penumpang sudah mencapai 2.860 orang, dan tanggal 27 Desember meningkat menjadi 2.978 orang. "Jumlah itu akan terus meningkat dari hari ke hari, sebab lonjakan biasanya akan terjadi menjelang malam tahun baru," katanya.

Irfan mengaku, rencana penambahan gerbong bisa berubah apabila selama empat hari ke depan lonjakan penumpang tidak terjadi. "Ada kemungkinan tidak ada penambahan gerbong jika jumlah gerbong yang ada cukup menampung penumpang," ujarnya.

Meski demikian, Irfan mengimbau seluruh penumpang KA lebih hati-hati. "Biasanya, saat penumpang melonjak pada tahun baru, ancaman kejahatannya juga meningkat, salah satu modusnya adalah memberi makanan atau minuman yang diberi obat tidur," katanya.
(*)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2009

Komentar Pembaca
Baca Juga