Bandung (ANTARA News) - Sebanyak 120 band indie mendominasi Braga Festival 2009 yang digelar di sepanjang Jalan Braga, Bandung, selama empat hari hingga Rabu (30/12).

Penampilan band indie menjadi daya tarik terkuat pada acara ini, kata Ketua Panitia Braga Festival Kris Syam di Bandung, Selasa.

"Kami menyadari bahwa komunitas indie memiliki massa yang besar, maka tahun ini kami mencoba lebih melibatkan mereka," ujar Kris.

Kris mengaku telah berupaya menyeimbangkan sajian budaya tradisional Jawa Barat dengan kandungan modern, namun tidak dalam kuantitas melainkan kualitas.

"Jujur saja, untuk menarik massa, konten budaya tradisional tidak terlalu menjual," ujar Kris.

Dia mengakui, itu bertentangan dengan mis Braga Festival yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Herdiwan, yakni mempromosikan kekayaan pariwisata, budaya dan seni yang dimiliki Jawa Barat, khususnya Kota Bandung.

Total pendukung acara Braga Festival 2009 sebanyak 1.500 orang yang terdiri atas 10 anjungan industri pariwisata, 10 anjungan industri kreatif, 20 anjungan industri makanan, lima anjungan stand "factory outlet", dan 25 buah anjungan kerajinan dan cindera mata.

Seribu orang dari 200 komunitas indie juga terlibat dalam kegiatan itu, terdiri atas band, distro, dan komunitas kesenian kontemporer. Sebanyak 120 band disaring dari jumlah pendaftar awal sebanyak 170 band.

Braga Festival dibuka pada 10.00 pagi hingga 22.00 malam. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009