Soreang (ANTARA News) - Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bandung, Jawa Barat, bersama Pemerintah Kabupaten Bandung, hingga Selasa sepakat, pertandingan lanjutan Liga SUper Indonesia (LSI) 2009-2010 antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta, digelar tanpa penonton.

Duel yang dinilai banyak kalangan, sebagai pertandingan panas, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung pada Sabtu (9/1) mendatang ini, dipastikan banyak menyedot perhatian kedua pendukung tim.

Kepala Polreas Bandung, AKBP IMran Yunus, kepada wartawan, di Mapolres Bandung, Soreang, Selasa, penyelenggaraan pertandingan tanpa penonton ini dispakati sebagai upaya untuk mengindri tindakan yang tidak daharapkan.

Meski penyelenggaraan pertandingan, olah raga terbanyak penggemarnya di dunia ini, berlangsung tanpa penonton pihaknya akan menambah jumlah personel keamananan dari jajaran Polres Bandung.

Jumlah tersebut, lanjut Imran Yunus, lebih besar dibandingkan dengan jumlah personel keamanan dalam pertandingan sebelumnya saat Persib Bandung bertanding melawan tim selain Persija Jakarta.

Tapi, Imran Yunus tidak menyebutkan jumlah personel kepolisian yang akan diturunkan pada pertandingan dua tim nanti.

Penambahan jumlah personal keamanan dilakukan, karena Imran Yunus menduga kuat, khususnya para bobotoh pendukung Persib Bandung akan mendatangi Stadion Si Jalak Harupat, meski mereka tahu, pertandingan itu digelar tanpa penonton.

"Kami mengimbau kepada seluruh pendukung Persib Bandung, agar menjadi barometer penonton yang santun di Indonesia," ujar Imran Yunus.

Dugaan akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta tersebut, sangat beralasan, karena menurut Imran, fanatisme bobotoh Persib terhadap tim kesayangannya ini, cukup tinggi.

Hal tersebut, kata Imran Yunus, terindikasi dalam setiap pertandingan Persib Bandung melawan beberapa tim di Stadion Si Jalaka Harupat Kabupaten Bandung tidak kurang dari 70 ribu penonton, selalu memadati stadion ini.

"Kami minta kepada panitia pelaksana pertandingan untuk dapat meredam kekecewaan supporter atas kebijakan ini, dengan mendirikan layar lebar di luar arena petandingan, untuk menayangkan pertandingan di dalam stadion," ujar Imran Yunus.

Selain itu, Imran Yunus juga mendorong, kepada para pemilik usaha cafe atau rumah makan, restoran, dan sejenisnya agar menyelenggarakan acara nonton "bareng".(*)