Rabu, 3 September 2014

Belasan Penyerang Suporter Persijap Jepara Ditangkap Polisi

Sabtu, 30 Januari 2010 23:38 WIB | 7.847 Views
Semarang (ANTARA News) - Sekitar 16 orang yang melakukan penyerangan terhadap rombongan suporter Persijap Jepara ditangkap polisi."Dari keenam belas tersangka yang ditangkap tersebut, salah satunya menjadi otak penyerangan," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo di Mapolwiltabes Semarang, Sabtu malam.

Ia menjelaskan, tersangka yang menjadi otak penyerangan tersebut bernama Edi Purnomo alias Kirun, warga Jalan Purwoyoso, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngalian, Semarang.

"Tersangka diketahui sebagai koordinator lapangan suporter PSIS Semarang yang dikenal dengan sebutan Panser Biru," ujar Kapolda didampingi Kapolwiltabes Semarang Kombes Pol Edward Syah Pernong.

Menurut Kapolda, pihak kepolisian akan terus mengembangkan penyelidikan terhadap tersangka yang telah ditangkap serta melakukan pengejaran terhadap sejumlah pelaku penyerangan yang belum ditangkap.

"Saya harap para suporter Panser Biru yang ikut serta melakukan penyerangan terhadap rombongan suporter Persijap Jepara yang saat ini bersembunyi agar segera menyerahkan diri kepada polisi karena akan tetap akan kami kejar," katanya.

Seperti telah diketahui bersama, kata dia, para pelaku tindak kejahatan akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku dan hasil penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus penyerangan ini akan disampaikan pada masyarakat umum melalui berbagai media massa.

"Hal tersebut dimaksudkan agar seluruh masyarakat pecinta sepak bola dalam mendukung kesebelasan kesayangannya berlaku tertib dan tidak anarkis," ujarnya.

Kapolda menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, penyerangan terhadap rombongan suporter Persijap Jepara ini karena motif balas dendam dan sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya.

"Dari keterangan orang yang menjadi otak penyerangan, mereka melakukan penyerangan ini karena motif dendam terhadap suporter Persijap Jepara yang pernah menyerang suporter PSIS Semarang pada tahun 2005 silam," katanya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda juga mengimbau kepada pengurus klub-klub sepak bola yang ada di Jawa Tengah agar selalu berkoordinasi dengan Kapolres setempat jika ada pergerakan suporter yang memberikan dukungan terhadap kesebelasannya saat bermain di kandang lawan.

"Kapolres yang bersangkutan kemudian akan berkoordinasi dengan kapolres-kapolres yang wilayahnya dilewati rombongan suporter sehingga dapat dilakukan pengawalan sampai ke tempat tujuan," kata Kapolda.

Tersangka Kirun saat dimintai keterangan sejumlah wartawan di hadapan Kapolda, mengaku menyesal dengan penyerangan rombongan suporter Persijap Jepara yang disertai perusakan tersebut.

"Saya tidak mengira akan berakhir seperti ini, sebelumnya kami berencana hanya akan memberi pelajaran rombongan Persijap Jepara dengan cara melempari batu kearah bis yang mengangkut mereka," katanya.

Dia menyebutkan, cara mengetahui jadwal keberangkatan rombongan suporter dari Jepara menuju Jakarta adalah dengan menyuruh salah seorang anggota Panser Biru untuk berpura-pura menjadi suporter Persijap.

"Dari itulah dapat diketahui jadwal keberangkatan suporter Persijap Jepara serta bis yang digunakan mengangkut mereka," ujar Kirun.

Sementara itu, salah seorang Persijap Jepara yang juga berada di Mapolwiltabes Semarang, Wahid mengharapkan agar semua pelaku penyerangan ditindak tegas dan dijatuhi hukuman seberat-beratnya.

Sebelumnya, pada Jumat (29/1) malam pukul 22.30 WIB, tiga bis yang mengangkut rombongan suporter Persijap Jepara menuju ke Jakarta diserang ratusan orang tak dikenal dengan cara melempari batu berukuran besar saat melintas di Jalan Siliwangi Semarang.

Akibat penyerangan tersebut, puluhan suporter menderita luka-luka cukup parah terutama pada bagian kepala sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo Semarang untuk mendapat perawatan.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2010

Komentar Pembaca
Baca Juga