Najaf, Irak (ANTARA News) - Satu bom mobil yang ditujukan kepada jamaah Syiah menewaskan tiga orang di kota paling suci di Irak, Sabtu malam menjelang pemilihan anggota parlemen di negeri itu, dan kelompok Al-Qaida telah mengancam akan mengacaukannya.

Ledakan di dekat tempat suci Syiah di Najaf, yang dikatakan beberapa pejabat menewaskan dua warga negara Iran yang berkunjung dan satu orang Irak dan melukai sedikitnya 54 orang, terjadi kendati ada operasi besar keamanan di seluruh negeri itu sebelum pemungutan suara Ahad.

Ledakan tersebut mengoyak empat bus peziarah, merusak beberapa mobil dan membuat daerah itu dipenuhi darah, pecahan kaca serta cabikan pakaian, serta menghancurkan banyak jendela di hotel di dekatnya yang menampung ribuan warga negara Iran yang berkumpul di Najaf setiap bulan.

"Kami telah mengumpulkan semua peziarah di tempat parkir, dan mereka akan naik ke bus ketika ledakan terjadi, dan menewaskan serta melukai banyak pengunjung," kata Hussein Banahi, pemandu wisatawan Iran, seperti dikutip AFP.

Sebanyak 35 orang yang cedera adalah warga negara Iran, kata beberapa pejabat, yang menambahkan ledakan itu terjadi hanya 500 meter dari tempat suci di Najaf, makam Imam Ali Karramahullah, sepupu dan menantu Rasulullah Muhammad SAW dan tokoh utama dalam aliran Syiah.

"Serangan tersebut memiliki ciri khas Al-Qaida dan pengikut Saddam," kata Faed Ash-Shimmary dari dewan provinsi di Najaf, yang berada di sebelah selatan Baghdad.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast mengutuk serangan itu sebagai tindakan kejam dan tak manusiawi.

Sabtu malam, satu tempat pemungutan suara di kota Sunni, Ramadi, Irak barat, dilanda serangkaian tembakan mortir yang melukai tiga orang, kata polisi.

Beberapa hari terakhir kampanye bagi pemilihan umum tersebut, pemilihan kedua anggota parlemen sejak tentara AS menggulingkan Saddam Hussein pada 2003, telah diselimuti oleh serangkaian pemboman bunuh diri di Baghdad dan kota besar lain di Irak.(*0