London (ANTARA News) - Masyarakat kota Pardubice Republik Ceko, menikmati tari pergaulan dari Sulawesi yang diajarkan para penari binaan KBRI Praha yang bergoyang Poco-Poco pada menutupan acara Multicultural Week. Minggu.

Selama satu minggu kota Pardubice menyelenggarakan acara Multicultural Week diikuti berbagai negara seperti Mongolia, Vietnam, Armenia, Azerbaijan, Kyrgyzstan, Kazachstan, Tajikistan, Perancis, dan Georgia, ujar

Counsellor Pensosbudpar, KBRI Praha, Republik Ceko, Azis Nurwahyudi kepada koresponden Antara London, Selasa.

Dikatakannya Indonesia mendapat kehormatan untuk tampil menutup acara tersebut dengan pameran Batik serta pertunjukan tari tradisional.

Dikatakannya sejumlah masyarakat kota Pardubice juga mengikuti workshop pembuatan Batik yang diselenggarakan di Sekolah Seni Pardubice.

Helena Hoskova, mantan penerima beasiswa Darmasiswa yang belajar di ISI Yogyakarta, memberikan pelatihan tentang pembuatan Batik mulai dari memperkenalkan peralatan membatik seperti canting, malam, dan proses membuat pola. Para peserta workshop juga diberi kesempatan untuk menorehkan malam di kain yang telah dibagikan.

Sementara Sona Cermakova, yang juga alumni Darmasiswa UGM Yogyakarta, memberikan penjelasan mengenai pembuatan Batik kepada peserta juga dapat melihat koleksi kain Batik tulis dan cap yang dipamerkan serta berbagai penggunaan kain Batik.

Peragaan busana yang dilakukan masyarakat Indonesia di Ceko itu, dipertunjukkan sebagai bagian pakain daerah, pakaian kerja, serta pakaian santai. Mereka tampak kagum ketika Batik cocok dipadankan dengan celana jeans dan untuk bersantai di musim panas.

Malamnya masyarakat Pardubice dihibur dengan berbagai tari tradisional di Gedung Teater 29. Para penari Sanggar Sekar Melati binaan KBRI Praha mempertunjukan tarian dari berbagai daerah di Indonesia.

Diawali dengan Tari Cendrawasih dari Bali, serta tari Kayau dari Kalimantan, kemudian Rantak dari Sumatra Barat, dan Saman dari Aceh dan sebagai penutup, diperkenalkan Tari Poco-Poco.

Masyarakat yang memenuhi gedung tersebut diajak belajar menari Poco-Poco. Kegembiraan tampak mewarnai wajah mereka yang menikmati tarian dari Sulawesi tersebut. Beberapa peserta yang sudah lancar nampak menikmati gerakan-gerakan energik yang mereka pelajari.

Pejabat kota Pardubice, Jiri Binder, mengatakan tim Indonesia berhasil menghadirkan suasana meriah dan hangat dengan mengajarkan tari Poco-Poco tersebut.

Jiri mengatakan keberhasilan mendekatkan budaya Indonesia ini akan selalu diingat oleh masyarakat kota Pardubice.

Sementara itu Azis Nurwahyudi, Counsellor Pensosbudpar, yang mewakili KBRI Praha, tidak lupa mempromosikan Indonesia dengan membagikan brosur pariwisata Indonesia dan mengajak mereka berkunjung ke tanah air. (ZG/K004)