Sabtu, 30 Agustus 2014

Libya Bebaskan Pemimpin Kelompok Islam Garis Keras

Rabu, 24 Maret 2010 15:58 WIB | 2.873 Views
Tripoli (ANTARA News) - Libya telah membebaskan tiga pemimpin kelompok garis keras Libya yang dipenjarakan, demikian putera pemimpin Libya Moamer Khadafi, Seif al-Islam.

Kelompok itu, Kelompok Pertempuran Islam Libya (LIFG), diduga memiliki hubungan dengan jaringan Al Qaida, tapi telah meninggalkan pemikiran militan tahun lalu.

Saif al-Islam berdiri di samping ketiga orang itu pada konferensi pers Selasa, di Tripoli, tempat ia mengumumkan mereka itu termasuk di antara 214 tawanan terkait dengan kelompok Islam garis keras tersebut yang akan dibebaskan dengan segera.

"Hari ini adalah hari yang sangat penting dalam sejarah Libya karena kita akan mengumumkan hari ini, ketika kita mengakhiri masalah di antara rakyat Libya dan mereka semua dapat berjabat tangan," kata Saif.

Abdelhakim Belhaj, emir atau komandan LIFG, dan wakilnya -- Sami Assaadi dan Khaled Asherif -- telah menulis buku ketika di dalam penjara yang menyatakan mereka telah meninggalkan kekerasan dan mendesak para pemuda untuk mencari inspirasi bagi perdamaian dari kitab suci Islam, Al Qur`an.

Libya telah membebaskan beberapa ratus orang yang dipenjarakan karena berhubungan dengan kelompok Islam garis keras.

Saif, yang adalah perantara dalam membicarakan kemunculan kembali Libia dari pengucilan internasional dalam satu dasawarsa terakhir, memelopori pembebasan itu dan mendesakkan rekonsiliasi dengan bekas gerilyawan yang telah meninggalkan kekerasan.

Namun ayahnya, Muamer Khadafi, mengatakan pada Januari lalu bahwa Libya akan memertahankan 300 gerilyawan dalam penjara dengan waktu tak tertentu, bahkan setelah mereka menyelesaikan masa penahanan mereka, untuk mencegah mereka melakukan serangan baru.

Pernyataannya itu diinterpretasikan oleh banyak warga Libya sebagai sinyal bahwa ia ingin mengakhiri upaya Saif untuk mengupayakan rekonsiliasi dengan bekas gerilyawan.

Beberapa pengamat menyatakan upaya Saif untuk membebaskan para pengikut garis keras dari penjara itu dimaksudkan untuk mendapatkan dukungan luas di antara kelompok oposisi, termasuk kelompok Islam, yang mencakup gerilyawan Islam yang merupakan unsur sangat berpengaruh dari oposisi.(S008/A024)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © 2010

Komentar Pembaca
Baca Juga