Selasa, 21 Oktober 2014

Hatta: Kenaikan Harga BBM Masih Perlu Dikaji

| 3.650 Views
id menko perekonomian, hatta radjasa, harga bbm, premium, kendaraan roda dua
Hatta: Kenaikan Harga BBM Masih Perlu Dikaji
Jakarta (ANTARA News) - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan bahwa pemerintah belum mengambil keputusan mengenai rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) premium bersubsidi terkait rencana pembatasan penggunaan bahan bakar untuk kendaraan roda dua.

"Tidak ada rencana menaikkan harga BBM. Belum diputuskan apa-apa, masih perlu pengkajian," kata Hatta Rajasa usai menghadiri "Peringatan Hari Kelahiran Pancasila" di Gedung MPR/DPR di Jakarta, Selasa.

Hata menjelaskan, dalam setiap keputusan menaikkan BBM, pemerintah tentu harus memperhatikan berbagai aspek.

"Setiap kebijakan itu tentu ada dampak positif, negatif. Yang negatif harus kita eliminir sekecil mungkin," tegas Hatta.

Diketahui, Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membatasi penggunaan BBM bersubsidi (premium) untuk kendaraan roda dua.

Pembatasan itu akan dilakukan secara bertahap di Pulau Jawa per Agustus 2010.

Terkait hal itu, sejumlah kalangan mengkhawatirkan bahwa Pemerintah akan menaikkan harga BBM.

Hatta menuturkan, terkait pembatasan pembelian BBM bersubsidi, saat ini masih dalam tahap kajian dan belum diputuskan.

"Prinsipnya, meski negara wajib memberikan subsidi, tapi tidak berkewajiban memberikan subsidi bagi yang mampu," ujar Hatta.

Kita tidak ingin pola subsidi yang kita berikan terdistorsi. Itu yang sedang kita rumuskan beberapa alternatif yang dikembangkan Kementerian ESDM.

Beberapa alternatif yang dikembangkan ESDM ada yang pola pemberian kartu, kendaraan mewah.

Dari hasil pengkajian yang terbaik akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu.

"Kita harus hati-hati juga. Memang kita tidak ingin mengurangi beban subsidi yang jatuh ke tangan yang tidak berhak," tegas Hatta.

Ia mencontohkan, subsidi listrik sebanyak 53 persen justru dinikmati pelanggan kaya.

(T.R017/Y006/S026)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2010

Komentar Pembaca
Baca Juga