Jumat, 22 Agustus 2014

Foto TKW Hong Kong Dipamerkan di Surabaya

Kamis, 3 Juni 2010 20:46 WIB | 4.155 Views
ilustrasi (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)
Surabaya (ANTARA News) - Sebanyak 150 foto tentang tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang bekerja di Hong Kong dipamerkan di Gramedia Expo, Surabaya pada 3-6 Juni.

"Pameran 150 imej itu merupakan kerja sama antara Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) dengan `Pic(k)lock Productions` dan FGD Forum," kata kurator pameran, Oscar Motuloh, Kamis.

Pameran foto tunggal karya Sony Seniawan bertajuk "FIKSI NON FIKSI" itu menawarkan catatan visual tenaga kerja perempuan Indonesia di Hong Kong dan cuplikan atas gubahan karya sinema yang dibangun di atasnya.

"Foto-foto karya jebolan IKJ itu menampilkan drama keseharian yang mengemukakan etos kerja, perjuangan hidup, solidaritas, harkat dan cinta, serta impian para pembantu rumah tangga Indonesia di Hongkong," tuturnya.

Komposisinya dijalin berdasarkan keseharian para pembantu Indonesia di Hong Kong yang diabadikan secara realita oleh Sony, termasuk pose "portraiture" di kamar tidur pribadi mereka.

"Sony juga merekam drama kehidupan mereka ketika berperan sebagai fotografer `still movie` dalam pembuatan film layar lebar yang diinspirasi dari kisah-kisah mereka dengan judul `Minggu Pagi di Victoria Park` yang disutradarai Lola Amaria," paparnya.

Pameran dibuka dengan diskusi fotografi berjudul "Sound of Seeing" yang melandasi pameran "FIKSI NON FIKSI" dengan menghadirkan fotografer Sony Seniawan dan sutradara Lola Amaria.

Sementara itu, Sony adalah fotografer muda yang cukup berpengalaman di bidangnya. Pria kelahiran Bandung pada tahun 1981 itu belajar fotografi di IKJ dan pernah ikut dalam belasan produksi film nasional, termasuk, The Photograph, Garasi, D`Bijis, Garuda di Dadaku dan King.

Di sela kesibukan dalam pembuatan film nasional itu, Sony sengaja memanfaatkan kesempatan untuk memotret realita keseharian para pembantu Indonesia di Hong Kong, bahkan dia berhasil membujuk beberapa dari mereka untuk bersedia difoto di kamar tidur mereka.

Data statistik mencatat ada 130.000 jiwa warga Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong per akhir 2009 dan melesat menjadi 131.300 jiwa per Februari 2010 dengan menggeser Filipina (130.500 pembantu) ke posisi kedua.(*)

(T.E011/R009)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2010

Komentar Pembaca
Baca Juga