Minggu, 26 Oktober 2014

Disdik Batam Razia Ponsel Hindari Video Porno

| 3.380 Views
id video mesum artis, luna maya, ariel peterpan, porno
Disdik Batam Razia Ponsel Hindari Video Porno
Razia ponsel/ilustrasi. (ANTARA/Adnan Muthalib)
Batam (ANTARA News) - Dinas Pendidikan Kota Batam akan merazia telepon selular milik siswa untuk menghindari peredaran video porno menyusul maraknya peredaran video mesum yang diduga melibatkan beberapa artis terkenal.

"Razia akan segera digelar untuk memastikan tidak ada siswa kami yang memiliki video porno," kata Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika di Batam, Rabu.

Ia mengatakan razia akan digelar sesudah musim ujian kenaikan kelas pekan ini.

"Kami tentunya tidak ingin membuat siswa resah saat ini, karena mereka sedang ujian. Razia akan dilakukan segera setelah ujian," kata Ria.

Selain razia ponsel, Pemkot juga berencana untuk menjaring siswa yang kedapatan bermain di warung internet pada jam sekolah dan, atau mengakses video porno dari warung internet.

Mengenai penghentian akses video porno dari "hot spot" milik pemerintah, ia mengatakan belum dapat dilakukan karena membutuhkan biaya yang tinggi.

Ria menyatakan peredaran video porno sudah amat meresahkan. Terlebih, beberapa pelakon video porno mirip pesohor yang diidolakan remaja.

"Tentunya ada rasa penasaran, ingin tahu, ingin lihat," kata dia.

Orang tua, kata dia, harus lebih berperan aktif mengedukasi anak-anaknya agar terhindar dari tontonan video porno.

"Ini tanggungjawab bersama," kata dia.

Sementara itu, di Jakarta, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar mendukung pemeriksaan telepon genggam milik anak-anak sekolah untuk mencegah penyebaran video porno artis itu.

"Saya kira di beberapa sekolah melakukan upaya-upaya untuk menjaga hal ini. Saya kira perlu juga untuk mengurangi," kata Linda yang menolak menyaksikan video itu.

Linda mengatakan, kementeriannya sangat berkepentingan untuk memberikan perlindungan anak-anak dari tontonan atau gambar yang bisa mengganggu moral anak.

"Misalnya dia menonton seperti itu yang ditampilkan di jam-jam `prime time`, dan merasa hal itu sah-sah saja. Kita perlu melakukan perlindungan terhadap pornografi itu," katanya.

(ANT/S026)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2010

Komentar Pembaca
Baca Juga