Tapaktuan  (ANTARA News) - Video mesum yang diduga mirip artis Ariel Peterpan bersama Luna Maya dan Cut Tari marak beredar di telepon seluler (ponsel) atau handphone (HP)  kalangan pelajar di Provinsi Aceh terutama di Tapaktuan.

"Saya menduga video mesum mirip artis Ariel, Luna Maya dan Cut Tari telah banyak beredar di hp pelajar, saya berharap ada tindakan instansi terkait untuk menertibkannya sehingga tidak terjadi penyimpangan seksual," kata tokoh masyarakat Aceh selatan, Sudirman Hamid, di Tapaktuan, Minggu.

Proses beredarnya video porno yang menghebohkan dunia itu diduga melalui jaringan bluetooth dan surat elektronik (email), serta jejaring sosial.

Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh Selatan itu mengatakan, sejak maraknya berita di berbagai media tentang video mirip artis papan atas itu , maka banyak pelajar yang memadati warung internet (warnet).

Sudirman juga mengatakan beredarnya video porno mirip artis terkenal Indonesia itu juga membuat orang tua siswa cemas dan berharap pihak sekolah untuk melakukan upaya pencegahan dengan cara memberikan pemahaman, agar tidak ikut-ikutan seperti aktor dan artis dalam video tersebut.

"Kami berharap institusi terkait melakukan razia telepon seluler guna mencegah penyebaran materi pornografi yang tidak baik di kalangan pelajar," katanya.

Sudirman, yang mempunyai keponakan di salah satu SMA di kecamatan Sawang dan kota Banda Aceh, juga mengkhawatirkan terjadi penyimpangan perilaku di kalangan pelajar akibat video mesum yang mirip selebritis favorit mereka.

"Selain melakukan razia, saya berharap pihak sekolah untuk memberikan materi tambahan tentang akhlak dan ilmu agama sehingga pelajar terhindar dari seks bebas," katanya.

Seorang petugas jaga warnet yang tidak bersedia ditulis identitasnya mengakui omset dan jumlah pelanggan bertambah sejak beredarnya berita tentang video mirip tiga artis terkenal itu.

"Banyak juga pelanggan kami yang pelajar SMP dan SMA, saya tidak tahu apa yang mereka akses melalui Internet. Ada diantaranya yang menanyakan situs untuk mendownload video heboh itu, tapi kami tidak mengetahuinya" kata petugas warnet di ikukota kabupaten penghasil komoditi pala itu.
(T.KR-IRW/A011/P003)