Rabu, 22 Oktober 2014

Harga Bawang Putih, Merah Naik

| 4.468 Views
id harga kebutuhan, bawang merah, bawang putih
Harga Bawang Putih, Merah Naik
(ANTARA/Dwi Prasetya)
Sangata (ANTARA News) - Sejumlah pedagang di pasar Sangata, Kutai Timur, Kalimantan Timur mengeluh akibat naiknya harga bawang putih dan bawang merah yang cukup signifikan.

Dilaporkan, Sejak awal bulan Juli 2010 sejumlah kenaikan harga kebutuhan di pasar-pasar seperti bawang putih naik menjadi Rp40.000 per kg hingga Rp42.000 per kg. Sedangkan bawang merah juga naik menjadi Rp30.000 per kg dari sebelumnya Rp22.000 per kg.

Menurut sejumlah padagang yang ditemui ANTARA Minggu, kenaikan harga bawang sejak seminggu lalu, yakni bawang putih akibat harga beli per karung atau sekitar 20 kilogram Rp600.000, jadi wajar kalau dijual di atas Rp42.000 per kg atau lebih.

"Saat bawang dibeli beratnya 20 kilogram tetapi bersihnya hanya 18 kilogram, karena harus dibersihkan lagi," kata Sudirman pedagang di pasar Teluk Lingga.

Dikatakan, sebulan lalu harga bawang hanya berkisar antara Rp18.000-hingga Rp22.000 per kg, tetapi sejak awal Juli banyak harga kebutuhan sehari-hari naik termasuk bawang putih dan bawang merah terbilang cukup tinggi.

"Ketergantungan Kaltim dari daerah lalin membuat harga kebutuhan sembako terus melambung tinggi," jelas Sudirman.

Sejumlah bumbu juga ikut naik dalam satu minggu terakhir, seperti kemiri Rp30.000 per kg, ketumbar Rp30.000 per kg,

Jagung manis muda juga ikut-ikutan naik dari sebelumnya Rp2.000 per biji naik menjadi Rp25.00 per biji, sedangkan jagung muda untuk sayur sebelumnya Rp1.500 per ikat naik menjadi Rp2.000 per ikat isi empat biji.

Kemudian yang juga ikut naik adalah terong hijau dan terong ungu yakni Rp6.000 per kg dari sebelumnya Rp5.000 per kg, sedangkan sayur bayam hijau, bayam merah, kangkung, pakis masih berada di harga normal yakni Rp2.000 per ikat.

"Kalau sayuran tidak naik, karena saat ini sayuran membanjiri seluruh pasar di Sangata," kata Ibu Erni pedagang sayuran di Teluk Lingga. (ADI/K004)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2010

Komentar Pembaca
Baca Juga