Jumat, 22 September 2017

Anak Putus Sekolah Tidak Hanya Karena Kemiskinan

| 3.635 Views
Anak Putus Sekolah Tidak Hanya Karena Kemiskinan
Anak putus sekolah/ilustrasi. (ANTARA/Fanny Octavianus)
Pangkalpinang (ANTARA News) - DPD RI menilai banyaknya anak yang putus sekolah di Provinsi Bangka Belitung tidak hanya dipengaruhi faktor kemiskinan, tapi juga karena faktor anak tersebut sudah bisa mencari uang sendiri.

"Saya menilai anak putus sekolah terutama di Bangka Belitung (Babel) tidak hanya disebabkan faktor biaya, tapi juga dipengaruhi anak usia sekolah yang sudah bisa mencari uang sendiri," kata anggota DPD RI dari daerah pemilihan Babel, Noerhari Astuti di Pangkalpinang, Kamis.

Ia menjelaskan, kebanyakan anak putus sekolah di Babel sebagian besar sudah bisa mencari uang seperti melimbang timah dan berjualan koran.

"Jika anak-anak sudah bisa mencari uang sendiri, itu akan membuat mereka malas untuk bersekolah lagi," ujarnya.

Menurut dia, saat ini Dinas Pendidikan Babel sudah menyiapkan dana bagi anak yang tidak sekolah.

"Masyarakat tidak perlu takut tidak akan bisa sekolah lagi, karena pemerintah sudah menyediakan dana sebesar Rp1 juta bagi anak putus sekolah," katanya.

Ia berharap agar orang tua tidak membiarkan anak-anaknya tidak masuk sekolah, karena jika anak tidak diperhatikan akan membuat anak itu menjadi malas untuk bersekolah.

"Orang tua harus memperhatikan anak-anaknya untuk terus bersekolah, agar nantinya memiliki kemampuan untuk bekerja," ujarnya.

Ia menambahkan, faktor lain penyebab anak putus sekolah karena pengaruhi dari lingkungan sekitar tempat tinggal.

"Lingkungan sekitar tempat tinggal juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab anak putus sekolah, jika di lingkungan tempat tinggal banyak anak yang tidak sekolah bisa membuat anak lain menjadi malas bersekolah," katanya. (pso-147/K004)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2010

Komentar Pembaca