Sabtu, 1 November 2014

Syamsir Siregar: SDM Indonesia Tertinggal

| 2.371 Views
id sdm, pendidikan, kesehatan, indonesia tertinggal
Padang (ANTARA News) - Presiden Komisaris PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk, Syamsir Siregar menilai Indonesia masih tertinggal dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dibanding negara lain, sehingga masih diperlukan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Hal ini disampaikan Presiden Komisaris PT JAPFA Comfeed Indonesia pada acara serah terima SDN 06 Nagari Buluh, Kecamatan Batang Anai kepada Bupati Padangpariaman Muslim Kasim, Selasa.

Hadir dalam acara itu, Plt.Sekdaprov Sumbar, Mahmuda Rivai, Kadis Pendidikan Padangpariaman Syamsulrizal, dan jajaran direksi PT JAPFA Handoyo Santosa.

Menurut Syamsir, dalam upaya meningkatkan taraf kesehatan dan pedidikan, tentu menjadi tanggung jawab bersama dari berbagai pihak dengan pemerintah.

Oleh karena itu, PT. JAPFA Comfeed Indonesia Tbk bergerak di bidang agrobisnis beroperasi di Indonesia, terus berupaya turut berperan dalam meningkatan taraf pendidikan dan kesehatan sekolah dasar.

"Pembangunan kembali gedung SDN 06 Batang Anai Kabupaten Padangpariaman, yang menghabiskan dana sekitar Rp2,7 miliar merupakan bentuk kepedulian dalam mendukung sarana prasarana pendidikan," katanya.

Ia mengatakan, SDN 06 Batang Anai merupakan sekolah ke tiga yang telah dibangun JAPFA di daerah yang terkena dampak bencana alam, setelah sebelumnya di Banda Aceh pada 2004 dengan dana Rp1,85 miliar.

Selain itu, satu gedung SDN Segoroyoso di Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul pada 2006 dengan besaran dana senilia Rp1,9 miliar.

Ia mejelaskan, dana yang digunakan untuk pembangunan gedung sekolah di daerah yang terkena bencana, melalui sumbangan yang dihimpun dari karyawan JAPFA di seluruh Indonesia.

Kondisi itu, bentuk keinginan keluarga besar JAPFA untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana alam. "Sumbangsih hendaknya dapat dimanfaatkan dan semoga dimasa mendatang terjadi peningkatan taraf pendidikan dan diharapkan tak ada lagi bencana alam," katanya.

Perusahaan JAPFA, tambahnya, memahami anak-anak sebagai pewaris bangsa ini, mereka yang akan mengembangkan dan memajukan Negara Indonesia segingga mampu bersaing di pentas dunia di tengah era globalisasi yang persaingan semakin ketat dari setiap waktu.

Justru itu, pihaknya terus mendorong anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dengan lebih baik di masa mendatang.

Direktur JAPFA, Herry Wibowo menambahkan, dalam upaya meningkatkan taraf kesehatan dan pendidikan di negeri ini, pihaknya juga membangun program JAPFA4Kisd dalam bentuk pemberiaan paket tambahan makanan bergizi, pemeriksa kesehatan dan bantuan perlengkapan sekolah bagi murid.

Kegiatan JAPFA4Kids sudah berlangsung sejak 2008 sehingga sampai saat ini telah terkelilingi sebanyak 105 SD di 12 provinsi dan 29 kabupaten/kota di tanah air, melibatkan sebanyak 21.870 murid.

Selain itu, pelatihan yang dinamakan JAPFA4Kids 5S, meliputi Seiri/pilah, Seiton/tata, Seiso/bersihkan, Seiketsu/mantapkan dan Shitsuke/biasakan yang bertujuan memberikan pemahaman manajemen tata kelola sekolah yang baik dan telah diikuti sebanyak 1.273 guru di Indonesia.

Oleh karenanya, kata Herry, SDN 06 Batang Anai dibangun kopsep sekolah ideal sehingga berbagai unit kegiatan sekolah (UKS) bisa dilaksanakan dalam peningkatan kemampuan murid dan guru.

Jadi, kalau SDN 06 Batang Anai sudah tersedia 13 unit komputer dilengkapi dengan jaringan internet, tentu sejak dini secara kualitas akan berbeda dengan murid sekolah yang belum dilengkapi sarana prasarana IT.

Selain itu, tenaga pengajarnya ke depan tidak lagi gagap dalam menggunakan teknologi yang perkembangan semakin pesat.

"Kita berharap tenaga pengajar dan masyarakat menjaga bangunan sekolah dan fasilitas yang diberikan sehingga bisa melahirkan murid-murid yang berbobot," katanya dan menambahkan, JAPFA akan terus memantau perkembangan SDN 06 Batang Anai, bahkan sekali dua bulan akan terus disuplai tambahan makanan bergizi produk JAPFA, seperti Sozzis, So Nice, So Good dan lainnya. (SA/K004)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2010

Komentar Pembaca
Baca Juga