Sukoharjo (ANTARA News) - Ngatimin, warga Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, Jateng, yang meninggal dunia Kamis (22/7) akibat ledakan elpiji 3 kilogram di Subang mendapat santunan Rp36 juta dari Pertamina Region II Wilayah Jawa Barat.

"Santunan tersebut dari Pertamina Region II Jawa Barat," kata Sales Representatif Gas Domestik Rayon II, Ana Dewi Lestari di Sukoharjo, Senin.

Menurut dia, santunan ini adalah bentuk tanggung jawab Pertamina dari risiko kecelakaan yang terjadi akibat ledakan elpiji 3 kilogram program konversi pemerintah.

"Santunan tersebut sebenarnya berjumlah Rp39 juta, tetapi yang Rp3 juta sudah diberikan waktu kejadian di Subang, dan Rp36 juta tersebut berasal dari berbagai komponen, yakni asuransi, rumah sakit, dan tali asih untuk biaya pemakaman," katanya.

Dia merinci, dari asuransi sebesar Rp22 juta, untuk biaya rumah sakit sekitar Rp12 juta, dan santunan biaya pemakaman sebesar Rp2 juta.

"Sebenarnya semua kasus ledakan elpiji konversi akan mendapat perhatian dari Pertamina, asalkan kami mendapat laporan," kata dia.

Hartoyo, saudara sepupu Ngatimin, perwakilan dari pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian pemerintah, dan berharap santunan itu bermanfaat untuk semua.(*)

ANT*H015/R010/AR09