Jumat, 31 Oktober 2014

Harga Cengkih Lampung Barat Naik

| 1.812 Views
id cengkih, harga naik, kualitas
Harga Cengkih Lampung Barat Naik
(ilustrasi)
Liwa, Lampung Barat (ANTARA News) - Harga cengkih kering di Kabupaten Lampung Barat naik sekitar Rp5.000, yakni dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 perkilogram.

"Pasokan cengkih dari petani cukup membaik, hal ini disebabkan hargany mengalami peningkatan, yang membuat petani bersemangat untuk menjual simpanan cengkih keringnya pada agen," kata Johan S, agen di Pekon(Desa) Tapaksiring, Kecamatan Sukau, Lampung Barat, sekitar 290 kilometer dari Bandarlampung, Selasa.

Dia menjelaskan, meski mengalami kenaikan dalam sepekan ini, namun harga cengkih kering tersebut tergolong rendah.

"Walaupun harga cengkih naik, tetapi harga ini masih relatif rendah, tidak seperti beberapa bulan lalu," kata dia lagi.

Kemudian, lanjut dia, mendekati Bulan Ramadhan petani cengkih menjual stoknya untuk memenuhi kebutuhannya.

"Karena Bulan Ramadhan sudah semakin dekat, membuat petani menjual stok cengkih keringnya pada agen, hal ini disebabkan karena kebutuhan saat Bulan Ramadhan begitu besar," katanya.

Cengkih menjadi salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Lampung Barat, dan warga setempat sebagian besar membudidayakannya.

Cengkih kering dari Kabupaten Lampung Barat, didistribusikan ke sejumlah wilayah, yakni Jakarta, Bandarlampung, dan Sebagian besar Pulau Jawa, untuk pabrik pembuat rokok.

Meski harganya tidak begitu tinggi, namun warga yang memiliki persediaan menjualnya guna memenuhi kebutuhan menjelang Ramadhan.

Sementara itu, agen mampu mengumpulkan cengkih kering dua hingga lima kuintal per minggu, dan akan melonjak sepekan memasuki Ramadhan.

Data dari Pemkab Lampung Barat menunjukkan tanaman cengkih dengan Luas lahan 1.093,4 hektare mampu menghasilkan 144 kilogram per hektare dengan perolehan panen mencapai 157.449,6 ton per tahun.

Sementara itu petani cengkih yang berada di Pekon Pahmungan, Kecamatan Pesisir Tengah, Lampung Barat, Muslimin (53) mengatakan, komoditas tersebut mengalami kemajuan.

"Tanaman cengkih juga menjadi primadona petani, karena tanaman ini tergolong menguntungkan, karena dapat dipanen dua hingga tiga kali per tahun, sayangnya tidak diimbangi dengan harga yang tinggi," kata dia.

Kemudian lanjutnya, musim hujan, membuat petani susah mengeringkan cengkih yang baru dipanen.

"Saya kesulitan dalam mengeringkannya, biasanya saat cuaca baik, mengeringkan cengkih hanya membutuhkan waktu empat hari saja, kalau sekarang seminggu pun belum tentu kering," kata petani itu.

Dia pun berharap Pemkab Lampung Barat, memperhatikan petani cengkih dengan memberikan bantuan modal juga bibit unggul sehingga produksi dan kualitas cengkih di Lampung Barat semakin membaik. (ANT049/K004)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2010

Komentar Pembaca
Baca Juga