Selasa, 21 Oktober 2014

Warga Bali Bentuk Kelompok Peternak Babi

| 3.361 Views
id peternak babi, warga bali, kesejahteraan
Warga Bali Bentuk Kelompok Peternak Babi
(Istimewa)
Way Kanan, Lampung (ANTARA News) - 155 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Bali Sadar Utara Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung berinisiatif membentuk kelompok peternak babi untuk memantau perkembangan hewan tersebut.

"Pembentukan kelompok ini dilakukan untuk memantau kesehatan dan pemasaran babi serta untuk mengetahui dengan lebih mudah apa hambatan warga dalam beternak," kata tokoh masyarakat Bali Sadar, I Gede Budi Artana, di Way Kanan, Senin.

Menurut dia, 155 KK yang mempunyai babi masih bergerak dan memasarkan sendiri-sendiri.

"Selama ini memang belum teroganisir dengan baik jadi harus dibentuk kelompok, masing-masing kelompok berdasarkan kesepakatan bersama terdiri dari19-20 KK," kata dia.

Dia menambahkan, potensi pembibitan di Bali Sadar baik utara, tengah dan selatan cukup menjanjikan bagi kehidupan masyarakat daerah itu.

"Seminggu sekali rata-rata dua truk dari Jakarta, Medan dan Palembang mengambil babi dari daerah kami, satu truk berisi 80 babi. Adapun babi yang dijual beratnya minimal 25kg," kata dia.

Menurut dia, 1 ekor babi jenis lokal dengan berat 25kg seharga Rp300.000 sedang jenis lendris dengan berat 25kg mencapai Rp350.000.

Dia pun menambahkan, masyarakat Bali yang beternak babi membutuhkan dokter hewan dan peranan optimal dari dinas terkait.

"Kami berharap dinas terkait memberikan perhatian kepada warga Bali yang mempunyai ternak babi karena peternakan tak bisa lepas dari pembinaan-pembinaan, bagaimana perawatannya, kesehatannya dan lain sebagainya, ditambah selama ini memang belum ada perhatian," kata dia.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Ternak dan Kesehatan Hewan Kabupaten Way Kanan, Bani Aras mengatakan kendala peternakan babi di Way Kanan ada pada masalah kepercayaan.

"Memang sementara ini kendala peternakan babi karena kepercayaan namun asal terlokalisir itu bisa dan tidak masalah," kata dia.

Dia menambahkan, tempat yang terlokalisir bisa membuat "image" yang memudahkan pemasaran jika pusat ternak babi ada di Banjit sekaligus bisa mempermudah dalam memberikan bantuan baik penyuluhan atau yang lainnya.

Terkait hal itu, Anggota DPRD Way Kanan, Rahmat Gunawan menyatakan ternak babi tidak menjadi persoalan asal terlokalisir dan bisa mensejahterakan masyarakat.

"Perbedaan sudah jadi hukum alam tinggal bagaimana menyikapinya, asal terlokalisir dan bisa mensejahterakan masyarakat tidak masalah," kata Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa tersebut. (ANT247/K004)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2010

Komentar Pembaca
Baca Juga