Kupang (ANTARA News) - Pekerja Bank Nusa Tenggara Timur merasa cemas dengan ancaman bom yang dilakukan oknum tidak bertangungjawab pada Rabu dini hari, sehingga sangat menganggu kinerja dalam melayani nasabah yang datang ke lembaga perbankan itu.

Satuan Pengaman (Satpam) Bank NTT, Yuven Ornay, mengatakan bahwa pada Rabu ada pihak tidak dikenal melempar benda asing ke halaman parkir Bank NTT sebagai ancaman yang disebut bom terhadap gedung Bank NTT di Jalan WJ Lalamentik Kupang.

Omay, yang pertama kali menemukan benda asing tersebut, mengemukakan bahwa ada seseorang di dalam sebuah mobil jenis station wagon melempar benda itu ke rimbunan pot bunga di halaman kantor Bank NTT.

Melihat kejadian itu, ia langsung menghubungi pihak Kepolisian Resort Kota (Polresta) Kupang, dan beberapa saat kemudian tim gegana dari Brigade Mobil Kepolisian Daerah (Brimob Polda) NTT tiba di lokasi kejadian lalu menjinakkan benda asing itu, dan meledakannya.

"Saat tim Brimobda tiba di tepat kejadian perkara langsung melakukan pengamanan terhadap warga yang mendekat ke area lokasi temuan yang diduga bom di halaman pusat Bank NTT. Sebelum meledakkan, pihak gegana menghimbau kepada warga untuk menjauh dari area temuan dengan radius 500 meter," katanya.

Tim gegana akhirnya berhasil meledakkannya sekaligus memberi rasa aman terhadap wilayah sekitar Bank NTT, meskipun sejumlah warga termasuk karyawan Bank NTT masih merasa cemas dengan ancaman tersebut.

Polce (30), karyawan Bank NTT yang dihubungi terpisah, mengaku masih cemas dengan ancaman itu, namun dirinya semakin tenang ketika melihat sejumlah anggota polisi masih berada di pelataran Bank milik masyarakat dan pemerintah NTT itu.

Hingga saat ini, pihak gegana Brimobda NTT masih menyelidiki benda asing yang telah diamankan sambil memintah warga untuk membantu kepolisian mengungkapkan identitas mobil.

Polresta Kupang juga terus menyelidiki dan melacak keberadaan kendaraan sekaligus pelaku yang diduga membuang benda asing mirip kaleng susu.

Direktur Utama Bank NTT, Daniel Tagu Dedo, mengimbau seluruh karyawan dan karyawati untuk tidak terpengaruh teror yang menganggu aktivtias dan kinerja.

"Laksanakan tugas sesuai porsi masing-masing seperti biasa, karena situasi sudah aman," katanya menambahkan.
(ANT/P003)