Kamis, 2 Oktober 2014

Kapal Mufidah Terkatung-Katung di Pelabuhan Merak

Jumat, 17 September 2010 21:18 WIB | 2.675 Views
Merak (ANTARA News) - Kapal Mufidah milik PT Jembatan Laut Ferry selama empat jam lebih terkatung-katung di Dermaga V Pelabuhan Penyeberangan Merak, setelah menempuh perjalanan dari Bakauheni, Lampung selama 120 menit.

Informasi yang dihimpun dari nakhoda kapal Tri Ismanto, Jumat, bahwa kapal tidak bisa sandar ke dermaga dikarenakan terbawa arus bawah laut ketika hendak merapat.

"Pada saat akan sandar pada pukul 01.45 WIB Jumat dini hari di Dermaga V, tiba-tiba jangkar yang sudah diturunkan terbawa arus bawah laut yang cukup kencang," kata Tri Ismanto.

Dia menjelaskan, Kapal Mufidah yang memiliki kapasitas 530 penumpang dan 110 unit kendaraan akhirnya berhasil sandar setelah mendapatkan bantuan kapal tug boat dan kapal nelayan setempat.

"Selama empat jam, kami terkatung-katung di laut dan tidak bisa merapat. Kami dibantu oleh awak kapal tug boat dari Provinsi Banten, dan nelayan," katanya menambahkan.

Kapal Tug Boat yang datang pada pukul 02.40 WIB itu katanya, mencoba menarik jangkar, namun karena jangkar Mufidah nyangkut ke jangkar kapal tongkang, kemudian datang bantuan kapal nelayan.

"Kalau tidak ada kapal nelayan, mungkin nasib penumpang dan kapal lebih lama lagi terkatung-katungnya," katanya mengungkapkan.

Sementara itu, setelah jangkar dipisahkan dengan jangkar kapal tongkang, kemudian kapal dialihkan untuk sandar di Dermaga IV.

"Tepat pukul 06.00 WIB pagi, ratusan penumpang dan kendaraan berhasil diturunkan dari kapal, setelah kapal disarankan oleh pihak ASDP Merak untuk sandar di Dermaga IV," katanya menegaskan.

Selama kapal terkatung-katung, katanya, ia bersama dengan seluruh awak kapal berusaha menenangkan seluruh penumpang. "Kami wajar melihat kepanikan mereka, apalagi ibu-ibu yang membawa anak kecil," katanya.

Pihak PT ASDP Indonesia Ferry, Merak membenarkan kejadian terkatung-katungnya KMP Mufidah. "Faktor alam, kami

tidak bisa mengelak," kata Budi. (*)
(ANT-152/R009)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2010

Komentar Pembaca
Baca Juga