Rembang (ANTARA News) - Sejak dulu jumlah hari dalam sepekan ada tujuh, mulai Ahad hingga Senin, dan hampir semua orang sepakat semua hari adalah baik untuk melakukan sesuatu.

Dan sudah menjadi kewajaran, setiap orang yang sakit ingin cepat sembuh segera pulang jika memang dirawat di rumah sakit.

Namun, sebagian besar pasien di Rumah Sakit Umum Daerah dr R Sutrasno Rembang, Jawa Tengah justru tidak mau pulang atau `chek out` dari rumah sakit, jika jadwal bertepatan dengan hari Sabtu.

Padahal, dokter sudah menyatakan pasien tersebut telah sembuh dan bisa pulang ke rumah.

Menurut Kepala Bidang Keperawatan RSUD dr R Sutrasno Rembang, dr Laksmi Iwandari di Rembang, Minggu, perilaku pasien yang demikian sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu.

Dia mengatakan, belum ada satu pun penelitian ilmiah yang mengungkap kenapa pasien memilih tidak mau meninggalkan rumah sakit pada hari Sabtu, padahal sakitnya sudah sembuh dan dokter sudah mengizinkannya pulang pada hari itu.

"Sampai sekarang kami masih bingung dengan tingkah pasien yang demikian. Sejauh ini kami masih menganggapnya sebagai budaya, sehingga kami enggan bertanya langsung dengan pasien," katanya.

Berdasarkan penuturan sejumlah karyawan rumah sakit yang pernah bertanya langsung kepada pasien, pulang dari rumah sakit pada hari Sabtu akan berdampak pada kembalinya pasien untuk menjalani perawatan rumah sakit di kemudian hari.

"Jadi menurut pasien, mereka akan kembali lagi ke rumah sakit dalam waktu yang tidak lama jika pulang pada hari Sabtu, sehingga mereka benar-benar berpantang (anti) pulang Sabtu," katanya.

Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia, Edy Winarno mengatakan pada dasarnya tidak ada budaya Jawa yang menyebutkan kesakralan hari Sabtu bagi pasien yang hendak pulang dari menjalani perawatan di rumah sakit.

Akan tetapi, hal itu bisa jadi merupakan kebiasaan yang sudah mengakar di tengah masyarakat Rembang kebanyakan.

"Menurut kami, tidak semua masyarakat Rembang berperilaku demikian. Ada beberapa yang tidak terpengaruh dengan kebiasaan itu, walaupun memang sebagian besar masyarakat benar-benar memperhatikannya," katanya. (ANT-168/K004)