Washington (ANTARA News) - Kemiskinan, konflik dan ketidakstabilan politik menyebabkan satu miliar orang menderita kelaparan tahun ini, yang sebagian besar berdampak pada anak-anak di Afrika dan Asia, menurut laporan Indeks Kelaparan Global yang diterbitkan pada Senin.

Dari 122 negara yang tertera dalam laporan tahunan, 25 negara di antaranya memiliki tingkat kelaparan yang "mengkhawatirkan" dan empat negara di Afrika berada pada tingkat "sangat mengkhawatirkan", kata laporan oleh Lembaga Riset Kebijakan Pangan Internasional (International Food Policy Research Institute/IFPRI), Concern Worldwide, dan Welthungerhilte.

Republik Demokratik Kongo dinilai sebagai yang terburuk dalam indeks kelaparan, berdasarkan data dari 2003-2008.

Tiga per empat dari populasi di negara Afrika tengah itu secara luas menderita kekurangan gizi, dan Kongo juga salah satu negara dengan tingkat kematian anak tertinggi di dunia, menurut temuan para peneliti yang menyusun indeks tersebut.

Tiga faktor yang digunakan untuk menghitung Indeks Kelaparan Global (GHI): banyaknya penduduk kekurangan gizi di suatu negara, berat badan anak di bawah rata-rata, dan tingkat kematian anak.

"Perang saudara yang berlarut-larut sejak akhir 1990-an telah menyebabkan keruntuhan ekonomi, pengungsian besar-besaran, dan kondisi ketidakamanan makanan yang kronis" di Kongo," kata laporan tersebut.

"Tingkat ketersediaan dan akses makanan memburuk dengan menurunnya produksi makanan, dan wilayah terpencil menjadi lebih terisolasi sebagai akibat sangat buruknya infrastruktur," katanya.

Indeks tersebut menilai bahwa banyak negara dengan skala 100 poin, dengan nol merupakan nilai terbaik -- tidak ada kelaparan -- dan 100 sebagai nilai terburuk, meski secara praktik tidak ada negara yang ditaksir sebagai terbaik atau terburuk.

Negara yang memiliki nilai lebih dari 20 poin dinilai tingkat kelaparan "mengkhawatirkan" dan di atas 30 poin dinilai kelaparan "sangat mengkhawatirkan".

Kongo merupakan satu dari empat negara dengan peringkat kelaparan "sangat mengkhawatirkan" dan negara tunggal dengan nilai di atas 40 dalam indeks tahun ini.

Tiga negara lain dengan tingkat kelaparan sangat tinggi adalah Burundi, Eritrea dan Chad. Kesemuanya terlibat dalam konflik memanas atau terbuka selama bertahun-tahun.

Kecuali Haiti dan Yaman, semua 25 negara dengan tingkat kelaparan "mengkhawatirkan" berada di wilayah sub-Sahara Afrika atau Asia.

Negara yang menempati urutan kelaparan terburuk adalah Nepal, Tanzania, Kamboja, Sudan. Zimbabwe, Burkina Faso, Togo, Guinea-Bissau, Djibouti, Mozambik, India, Bangladesh, Liberia, Zambia, Timor Leste, Niger, Angola, Yaman, Republik Afrika Tengah, Madagaskar, Komoro, Haiti, Sierra Leone dan Ethiopia.

Bersama dengan Burundi, DRC dan Eritrea, Komoro -- negara kepulauan dilepas pantai timur Afrika yang rawan kudeta -- dan Haiti menempati tingkat kekurangan gizi lebih dari 50 persen penduduknya.

Bangladesh, India, Timor Leste dan Yaman tercatat lebih dari 40 persen anak berusia di bawah lima tahun kekurangan berat badan.

Afghanistan, Angola, Chad dan Somalia memiliki tingkat kematian anak tertinggi, dengan lebih dari 20 persen anak meninggal sebelum mencapai usia lima tahun.

Korea Utara merupakan salah satu dari sembilan negara dalam nilai indeks kelaparannya meningkat -- dari 16,2 poin pada 1990 menjadi 19,4 poin pada 2010.

Delapan negara lainnya, semuanya berada di wilayah sub-Sahara Afrika -- selain Gambia, Swaziland dan Zimbabwe -- konflik merupakan penyebab kelaparan di
(KR-IFB/M043)