Jumat, 22 Agustus 2014

Lapan: Hutan di Polman dan Majene Rusak

Rabu, 13 Oktober 2010 00:37 WIB | 3.368 Views
Ilustrasi Kerusakan Hutan. (ANTARA/Fanny Octavianus)
Mamuju (ANTARA News) - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Stasiun Parep-Pare, Provinsi Sulawesi Selatan mengungkapkan, hutan yang ada di Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, sudah banyak yang rusak.

Deputi Bidang Deputi Bidang Penginderaan Jauh Lapan, Nurhidayat di Mamuju, Selasa, mengatakan, berdasarkan data satelit Lapan Stasiun Pare-Pare Provinsi Sulsel, kerusakan hutan di Kabupaten Polman dan Majene terus terjadi dalam kurun waktu delapan tahun terakhir.

Ia mengatakan, data kerusakan hutan di Kabupaten Polman dan Kabupaten Majene tersebut, diterima Lapan Stasiun Pare-Pare, Sulsel, dari satelit yang dimiliki sekitar 600 kilometer di atas udara melalui sistem penginderaan jauh.

Menurut dia, kerusakan hutan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) meningkat 4000 hektare dari 43.000 hektare tahun 2002 menjadi sekitar 47.000 hektare pada 2010.

Di Kabupaten Majene juga mengalami kerusakan yang sangat parah karena kerusakan hutan di wilayah itu juga meningkat sekitar 3000 hektare yakni sekitar 41.000 hektare di tahun 2002 menjadi sekitar 41.000 hektare di tahun 2010.

Ia mengatakan, data kerusakan hutan tersebut harus mendapat perhatian ditingkat pemerintah kabupaten di dua wilayah itu ataupun dari pemerintah di Sulbar.

"Jangan sampai kerusakan hutan semakin parah sementara tidak ditanggulangi, ini harus mendapat perhatian pemerintah karena dapat menimbulkan dampak bencana," katanya.

Sementara itu asisten I Pemprov Sulbar, Aksan Jalaluddin mengatakan, kerusakan hutan yang terjadi di Kabupaten Polewali Mandar dan Majene karena pembalakan liar dan pengrusakan hutan yang dilakukan perusahaan yang memiliki hak pengelolaan hutan (HPH) sejak zaman orde baru.

"Data kerusakan hutan yang disampaikan lapan ini harus mendapat respon pemerintah di tingkat kabupaten dan provinsi dengan melakukan pengendalian agar kerusakan tidak semakin parah," katanya. (MFH/K004)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2010

Komentar Pembaca
Baca Juga