Jakarta (ANTARA News)- Seekor buaya yang diselundupkan di tas olah raga, menjadi biang keladi kecelakaan pesawat dengan korban jiwa 20 orang termasuk seorang pilot yang berkewarganegaraan Inggris.

Pada 25 Agustus, sebuah pesawat kecil dari maskapai kecil Filair, dilaporkan jatuh menabrak sebuah rumah di Republik Demokratik Kongo, Afrika.

Menurut satu-satunya korban yang selamat dalam kecelakaan maut itu, tragedi itu disebabkan oleh seekor buaya yang tiba-tiba muncul dari tas olah raga milik salah seorang penumpang.

Buaya yang keluar dari tas olah raga menyebabkan kepanikan yang berujung pada hilangnya keseimbangan pesawat, demikian hasil penyelidikan otoritas setempat seperti yang dikutip The Telegraph, Kamis (21/10).

Salah seorang penumpang telah menyembunyikan binatang itu dan berniat untuk menjualnya.

Pilot asal Belanda, Danny Philemotte yang berusia 62 tahun sekaligus pemilik penerbangan itu dan kopilot Chris Wilson asal Shurdington, Inggris, juga tewas dalam kecelakaan itu setelah dengan sia-sia mengontrol pesawat yang dilanda kepanikan itu.

"Para pramugari yang ketakutan berlari ke arah kokpit dan diikuti oleh para penumpang," bunyi laporan tentang kecelakaan itu.

Pesawat itu kemudian hilang keseimbangan dan jatuh menimpa sebuah rumah hanya berapa ratus kaki menjelang bandara tujuannya. Untungnya pemilik rumah sedang keluar ketika kecelakaan itu terjadi.

Pesawat itu memang sedang dalam perjalanan rutinnya dari Ibu Kota Kongo, Kinshasa menuju sebuah bandara lokal di Bandudu.

Pesawat itu merupakan jenis Let L-410 Turbolet buatan Republik Cek, satu dari 1100 unit yang pernah diproduksi. Pesawat itu memang ditujukan untuk penerbangan jarak pendek mengangkut penumpang.

Buaya penyebab kepanikan itu,  selamat dari kecelakaan tapi hidupnya berakhir oleh pisau penyembelih.
(Ber/A038/BRT)