Guangzhou (ANTARA News) - Guangzhou memenuhi janji memberikan kejutan, keunikan dan kemegahan pembukaan Asian Games XVI/ 2010 yang digelar di Pulau Haixinsha di Sungai Mutiara (Pearl River) Guangzhou China, Jumat.

Upacara pembukaan Asian Games XVI/ 2010 yang puncaknya digelar tepatnya Guangzhou Opera House di Pulau Haixinsha tampil beda dengan pembukaan even olahraga selama ini selalu dilakukan di stadion megah.

Guangzhou menampilkan prosesi lain dari biasanya yang penuh keunikan yakni memadukan kekhasan kota dengan aliran Sungai Mutiara atau Pearl River yang dibalut dengan kemasan even berteknologi dan inovasi mutakhir.

Selain memperkenalkan kontingen dari 44 negara peserta even olahraga empat tahunan tingkat Asia itu dalam devile di atas perahu hias, juga menampilkan prosesi kolosal penuh emosi sekaligus menggambarkan spirit negeri Tirai Bambu dari zaman ke zaman.

Tepat pukul 20.00 waktu China, PM Wen Jiabao tiba, kemudian disusul oleh Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Ahmad al Fahd Al Sabah.

Guangzhou Tower yang berdiri kokoh dengan balutan warna lampu aneka warna , hijau, merah, kuning, ungu dan orange menjadi `saksi` prosesi unik pembukaan even olahraga empat tahunan tingkat Asia yang ke-16 itu.

Sementara itu di Guangzhou Opera House di Pulau Haixinsha ditampilkan berbagai pentas seni dan musik dengan menampilan ribuan lebih artis, penari dan para pelaku seni dari kota itu. Aksi kolosal mereka dalam seragam yang ceria, berwarna-warni dengan dimonasi warna merah, kuning, perak, hitam dan putih.

Gelegar pesta kembang api yang diluncurkan dari semua penjuru Pulau Haixinsha mengawali `kejutan` pembukaan Asian Games 2010. Penampilan kolosal bernuansakan air tersebut diawali dengan tampilnya penari dengan kemudian kemunculan sebanyak delapan gadis dari dalam air beriku sejumlah alat musik khas China.

Kehadiran dua penunggang kuda putih dengan jubah merah membuka tarian peperangan China tempo dulu, yang kemudian diikuti dengan kehadiran seratusan pria pembawa lampion.

Sebuah kapal laut khas China dengan tiang tinggi, menandai aksi spektakuler yang digelar di pinggiran sungai itu. Para "pelaut" China dengan balutan kostum merah-merah bergelayutan layaknya para pelaut China tempo dulu mengarungi lautan dan menerjang badai.

Di sesi berikutnya, mengawali generasi dan tradisi modern, ditampilkan aktraksi jetski oleh sekitar 10 orang yang meliuk-liuk di atas panggung yang kembali menjadi kolam berukuran besar.

Penampilan sejumlah penyanyi kenamaan China juga menambah suasana kian semarak, kemudian dirangkai dengan pertunjukan `wayang` khas China. Namun bedanya bila selama ini pertunjukan wayang jenis itu dimainkan oleh boneka, pada acara itu dimainkan oleh penari manusia yang ditarik dengan menggunakan kawat oleh lebih sekitar seribuan orang.

Prosesi aktraksi pembukaan Asian Games XVI/ 2010 ditutup dengan pembentukan kaldron untuk Api Asian Games 2010. Pembentukan kaldron berlangsung unik, dan beda dengan yang lain yakni di letakan di atas panggung dengan empat tiang berbentuk lengkung.

Selanjutnya berlangsung devile kontingen 44 negara pesera Asian Games XVI/2010 berdasarkan urutan abjad. Kontingen Afghanistan menjadi kontingen pertama yang masuk ke arena Guangzhou Opera House itu. Kontingen Indonesia masuk dan berdevile pada urutan ke-10.(*)
(A032/R009)