Sabtu, 1 November 2014

Timnas U-19 Menang Tipis Atas Juara LPI

| 1.724 Views
id timnas u-19, lpi, tanding ujicoba
Jakarta (ANTARA News) - Timnas U-19 yang selama ini menjalani pemusatan latihan di Uruguay hanya menang tipis 1-0 saat menghadapi juara Liga Pendidikan Indonesia (LPI) 2009 di Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa.

Tim yang menggunakan nama Sociedad Anonima Deportivo (SAD) saat ikut kompetisi di Amerika Latin itu unggul lewat tendangan strikernya Syamsir Alam pada menit 80.

Selama pertandingan berlangsung, tim yang dilatih Cesar Payovich itu terlihat tertekan oleh lawannya yaitu SMA Darussalam Tangerang. Beberapa kali tendangan dari lawan mengancam gawang timnas U-19.

Upaya untuk menciptakan gol terus dilakukan oleh timnas U-19. Hanya saja upaya yang dilakukan selaku terhadang oleh kokohnya pertahanan juara LPI yang dikawal oleh Wildan Hanyoko Karakas.

Kondisi imbang hingga menit ke 75 membuat pusing pelatih timnas yang berasal dari Uruguay itu. Instruksi demi instruksi terus dilakukan hingga akhirnya Syamsir Alam mampu menciptkan gol. Hingga peluit panjang ditiup wasit kedudukan akhir tetap 1-0 untuk timnas.

"Mereka masih kelelahan setelah perjalanan jauh dari Uruguay. Yang jelas hasil ini kurang bagus meski banyak peluang untuk menciptakan gol," kata pelatih Timnas U-19, Cesar Poyavich usai pertandingan.

Pemain timnas U-19 tiba dari Uruguay , Jumat (19/11) lalu. Selain melawan juara LPI 2009, Syamsir Alam dan kawan dijadwal melakukan ujicoba dengan tim PPLP Ragunan di Stadion Soemantri Brojonegoro, Kamis (25/11).

Sementara itu pelatih SMA Darussalam, Purwadi mengaku puas dengan hasil yang ditorehkan anak asuhnya saat menghadapi timnas U-19.

"Ini adalah prestasi bagi kami. Anak-anak bermain lepas meski secara kualitas jauh dibawah timnas," katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, sebelum pertandingan berlangsung pihaknya menginstruksikan pada anak asuhnya untuk bermain ngotot sejak awal pertandingan. Hasilnya tim mampu membuat frustasi timnas.

Pihaknya menilai, timnas U-19 kurang bermain dengan maksimal. Transisi dari menyerang ke bertahan masih lambat sehingga membuat penyelesaian akhir sangat kurang.

"Mereka sudah bagus. Hanya penyelesaian saja yang masih kurang. Untuk itu latihan harus terus ditingkatkan," kata mantan pemain timnas diera tahun 1967 itu.

(ANT/S026)

COPYRIGHT © ANTARA 2010

Komentar Pembaca
Baca Juga