Jakarta (ANTARA News) - PT Taspen (persero) akan membuka tiga Kantor Cabang Pembantu (KCP), yaitu KCP Depok, KCP Tangerang dan KCP Bekasi terhitung 1 Januari 2011.

Sekretaris Perusahaan PT Taspen (persero), Faisal Rachman, dalam keterangannya di Jakarta, Senin menyebutkan, pembukaan kantor cabang pembantu tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Direksi PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri Nomor: SK-38/DIR/2010.

"Hal ini merupakan bukti komitmen Taspen untuk senantiasa memberikan layanan yang terbaik sesuai visi dan misi serta mendekatkan kepada para peserta," ujarnya.

Menurut dia, kantor cabang pembantu tersebut akan melakukan proses penyelesaian jenis pembayaran dan hal lain seperti pembuatan Surat Permohonan Pembayaran Tabungan Hari Tua dan Pensiun pertama, dan Surat Permohonan Pembayaran Uang Duka Wafat, Surat Permohonan Tabungan Hari Tua Meninggal aktif, Mutasi Pensiun dan Kartu Peserta Taspen.

Faisal menjelaskan, upaya peningkatan pelayanan kepada peserta juga terus dilakukan dengan mempercepat waktu pelayanan melalui penyempurnaan sistem dan prosedur dengan penyederhanaan formulir SPP dari 22 jenis formulir menjadi satu jenis formulir.

Selain itu, proses penyelesaian klaim juga dipercepat dari tujuh titik proses klaim menjadi tiga titik proses dengan target mutu pelayanan Taspen.

Ia menjelaska,n bagi para peserta Taspen yaitu PNS aktif, Pejabat Negara maupun para Pensiunan PNS, Pejabat Negara dan penerima Tunjangan PKRI, Veteran yang berdomisili di wilayah kota Depok dapat menghubungi KCP Depok beralamat Jl Margonda Raya No.230 A.

Kemudian, bagi para peserta Taspen yang berdomisili di wilayah kota Tangerang, dapat menghubungi KCP Taspen Tangerang beralamat di Ruko Tangerang City Bolk A no.16 Jl Jenderal Sudirman No.1 Cikokol Tangerang.

Para peserta Taspen yang berdomisili di wilayah kota Bekasi dapat menghubungi KCP Bekasi berlokasi Jl Ir H Juanda No.137 Blok VI/7 Bekasi.

"Dengan dibukannya tiga KCP ini harapannya dapat memberikan manfaat kepada peserta seperti berkurangnya risiko perjalanan jauh, risiko kecelakaan di jalan, risiko keamanan, dan menghemat pengeluaran biaya transportasi serta menghemat waktu," ujar Faisal menambahkan.
(T.S034/S004/P003)