Yogyakarta (ANTARA News) - Pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan dunia telah bergeser ke Benua Asia, kata Rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sudjarwadi.

"Di Asia, ada lima bangsa yang diharapkan menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan dunia, yaitu China, India, Korea, Jepang dan Indonesia," katanya pada wisuda Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Rabu.

Menurut dia, sebelumnya, pada abad ke-19, pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan berada di Eropa, kemudian berpindah ke Amerika Serikat terutama Amerika Utara pada abad ke-20, dan pada abad ke-21 bergeser ke Asia.

"Kekayaan sumber daya alam yang melimpah merupakan potensi yang cukup luar bisa untuk dimanfaatkan para intelektual lulusan perguruan tinggi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan dunia," katanya.

Ia mengatakan, sumber kekayaan Indonesia sungguh luar biasa, jika masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang berilmu pengetahuan, maka negara ini akan berada di lapis teratas persaingan global.

"Lulusan perguruan tinggi harus berada di baris terdepan untuk menciptakan masyarakat yang berilmu pengetahuan. Oleh karena itu, lulusan UGM diharapkan selalu mengembangkan ilmu sepanjang hayat dan menerapkan ilmu sesuai dengan nilai-nilai ke-gadjahmada-an," katanya.

Namun untuk menciptakan masyarakat berpengetahuan tidak mudah karena sedikitnya kelompok masyarakat yang mengenyam pendidikan tinggi.

Ia mengatakan, saat ini baru 18 persen usia kelompok masyarakat yang seyogianya duduk di perguruan tinggi.

"Jumlah itu terlalu kecil dibanding jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 230 juta jiwa. Di negara yang sudah maju, masyarakat yang dapat menikmati pendidikan tinggi umumnya mencapai 50 persen," katanya.(*)

B015*H010/H008

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2011