Kairo (ANTARA News/RIA Novosti-OANA) - Presiden Mesir Hosni Mubarak memerintahkan pembentukan satu komisi independen untuk menyelidiki bentrokan antara para pendukungnya dan pemrotes di Kairo Selasa, yang menewaskan sedikitnya 11 orang.

Menurut Kantor Berita resmi MENA, Mubarak Senin mengatakan, bahwa komisi itu harus sepenuhnya independen dan "terdiri atas orang-orang yang dikenal di Mesir sebagai yang layak dan dapat dipercaya."

Presiden mendesak komisi untuk menyelidiki "fakta-fakta pelanggaran tidak dapat diterima dilakukan terhadap para pengunjuk rasa."

Bentrokan kekerasan terjadi pada 1 Februari di pusat kota Alun-Alun Kairo, fokus utama para demonstran menuntut Mubarak mundur setelah berkuasa 30 tahun.

Ribuan pendukung Mubarak tiba dengan menunggang kuda dan unta lapangan tersebut untuk bentrok dengan pengunjuk rasa.

Tentara telah mengirim tank-tank dan helikopter-helikopter ke alun-alun tersebut dalam mengantisipasi gejolak.

Protes anti-pemerintah, yang melihatkan ratusan ribu demonstran menuntut pengunduran diri Presiden Mubarak, pecah di Mesir pada 25 Januari.

Kerusuhan, dilihat oleh banyak analis sebagai ancaman utama bagi pemerintah represif di kawasan itu, telah merenggut nyawa sedikitnya 300 orang dan melukai beberapa ribu lainnya.

Sementara itu, perkembangan terakhir di Mesir menunjukkan kembali agak stabil setelah dua pekan kerusuhan yang sangat mencekam itu.

Mubarak pada Senin mempersingkat jam malam di negara itu dengan satu jam.(*)
(Uu.H-AK/H-RN)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011