Selasa, 2 September 2014

IKA-Trisakti Usulkan Empat Mahasiswanya yang Gugur Pahlawan Reformasi

Minggu, 13 Februari 2011 23:26 WIB | 5.595 Views
IKA-Trisakti Usulkan Empat Mahasiswanya yang Gugur Pahlawan Reformasi
Sejumlah aktivis mahasiswa berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (22/5). Para aktivis mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi itu menggelar aksi untuk memperingati 11 tahun reformasi, yang mereka anggap gagal. FOTO ANTARA/Ismar Patrizki/ss/nz/09. (ANTARA/Ismar Patrizki)
Jakarta (ANTARA News) - Ikatan Alumni Universitas Trisakti mengusulkan kepada pemerintah agar menetapkan empat mahasiswa Universitas Trisakti yang gugur pada perjuangan reformasi tahun 1998 ditetapkan sebagai pahlawan reformasi.

"Kami mengusulkan empat mahasiswa Trisakti yang gugur pada perjuangan reformasi dengan berbagai pertimbangan," kata Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Trisakti (IKA-Usakti) , di Jakarta, Minggu.

Keempat mahasiswa Universitas Trisakti yang gugur tersebut adalah, Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendrawan Sie.

Mereka tewas tertembak pada saat melakukan aksi damai memperjuangkan reformasi di dalam halaman kampus Universitas Trisakti, di Semanggi, Jakarta, pada 12 Mei 1998.

Menurut Didik, pertimbangan tersebut antara lain, keempat mahasiswa tersebut adalah generasi penerus bangsa yang menjadi harapan keluarga maupun masyarakat untuk meneruskan generasi sebelumnya untuk berkontribusi pada pembangunan nasional.

Keempat mahasiswa tersebut, menurut dia, melakukan aksi damai di dalam kampus, memperjuangkan reformasi yang menuntut situasi politik nasional menjadi lebih baik dan kondusif.

"Gugurnya empat mahasiswa tersebut, meninggalkan rasa duka dan kehilangan yang sangat dalam bagi keluarga maupun sivitas akademika Universitas Trisakti," katanya.

Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, apalagi bagi keluarga rasa duka dan kehilangan yang sangat dalam tidak akan terlupakan.

Menurut Didik, Ikatan Alumni Universitas Trisakti sudah memperjuangkan, keempat mahasiswa Universitas Trisakti yang gugur tersebut sebagai pahlawan reformasi, tapi Pemerintah masih menetapkan statusnya sebagai pejuang reformasi.

"Kami akan terus memperjuangkan status keempat keluarga besar sivitas akademika Universitas Trisakti sebagai pahlawan reformasi," katanya.

Ketua Ikatan Alumni Universitas Trisakti, Sugihono Karyo Suwondo, menambahkan, Ikatan Alumni Universitas Trisakti (Ika-Usakti) periode 2010-2015 baru saja dilantik di Jakarta, pada Sabtu (12/2).

Pengurus pusat Ika-Usakti dalam waktu dekat akan melaukan rapat kerja untuk merumuskan berbagai program kerja yang akan dilaksanakan.

Salah satu program kerja tersebut adalah akan mengusulkan empat mahasiswa Universitas Trisakti yang gugur pada perjuangan reformasi 1998 sebagai pahlawan reformasi.

Sdelain itu, kata dia, melalui rapat kerja tersebut Ika-Usakti juga akan merumuskan sejumlah program prioritas yang untuk dilaksanakan dalam berkontribusi pada pembangunan nasional.

Ikatan Alumni Universitas Trisakti periode 2010-2015, ketua umum Sugihono Karyo Suwondo, Sekretaris Jenderal Didik Mukrianto, dan Bendahara Umum Ahamad Riyad. (R024/Z002/K004)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2011

Komentar Pembaca
Baca Juga