Sabtu, 24 Juni 2017

Korsel Perkirakan Korut akan Berulah Lagi

| 2.564 Views
Seoul (ANTARA News) - Korea Utara mungkin akan melancarkan serangan militer lagi terhadap Korea Selatan, kata perdana menteri Seoul, Jumat setelah seorang komandan senior militer Amerika Serikat menyuarakan kekhawatiran yang sama.

"Korea Utara belum menunjukkan sikap yang bertangggung jawab ," kata Kim Hwang-Sik saat memimpin pertemuan pertahanan tahunan para komandan penting militer, menteri dan staf presiden dikutip AFP.

"Melihat situasi di Korea Utara, ada peluang bagi provokasi militer lagi," kata kantor berita Yonhap mengutip pernyataan Kim. "Jadi (militer Korsel) harus melakukan persiapan penuh."

Ketegangan-ketegangan meningkat tinggi sejak Korea Utara (Korut) menembaki satu pulau Korea Selatan (Korsel) November lalu yang menewaskan dua marinir dan dua warga sipil.

Seoul juga menuduh Pyongyang menenggelamkan satu kapal perang Korsel Maret lalu yang menewaskan 46 pelautnya. Tuduhan itu dibantah Pyongyang.

Perundingan-perundingan militer yang bertujuan untuk memperbaiki hubungan kedua negara mengalami kegagalan pekan lalu dan Korut mengatakan tidak perlu dilakukan dialog lebih jauh lagi dengan "para pengkhianat" di Selatan.

Foto-foto satelit yang disiarkan pekan ini menunjukkan Korut tampaknya telah merampungkan pekerjaan menyangkut lokasi peluncuran baru dan lebih besar untuk rudal-rudal jarak jauh.

Laksamana Robert Willard, panglima Komando Pasifik AS, di Washington, Kamis mengatakan tidak ada tanda-tanda bagi peluncuran pada masa mendatang.

Tetapi ia menyatakan khawatir akan "provokasi-provokasi baru " dalam beberapa bulan ke depan.

Banyak pengamat dan pejabat yakin serangan-serangan tahun lalu bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan militer atas Kim Jong-Un, putra bungsu yang akan menggantikan ayahnya Kim Jong Il kelak.

Menyinggung pada proses suksesi itu, Willard mengatakan: "Kami sangat siap menghadapi provokasi-provokasi mendatang dalam bulan-bulan dan tidak dalam hitungan tahun.

(SYS/H-RN/S008/S026)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar Pembaca