Kamis, 27 April 2017

Alfred Riedl Fokus Benahi Kelemahan Timnas

| 2.918 Views
id timnas pra-olimpiade, alfred riedl
Alfred Riedl Fokus Benahi Kelemahan Timnas
Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl (kedua kanan) (FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari)
Jakarta (ANTARA News) - Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl fokus membenahi beberapa kelemahan timnas menjelang laga kedua Pra Olimpiade 2012 di Turkmenistan pada 9 Maret mendatang.

Alfred juga meminta komitmen dari para pemainnya terhadap Timnas maupun negaranya.

"Saya ingin para pemain berlatih dengan profesional dan mengingatkan mereka tentang komitmen, tantangan dan target yang harus diusahakan untuk dicapai," kata Alfred Riedl seperti dikutip situs resmi PSSI, Minggu.

Peluang Indonesia untuk lolos dari hadangan Turkmenistan sangat berat setelah kekalahan 1-3 pada laga pertama di Palembang, 23 Februari lalu.

Kurnia Meiga dan kawan-kawan harus menang dengan selisih tiga gol jika ingin melaju ke babak selanjutnya.

Namun, timnas Pra Olimpiade kini dihadapkan pada masalah cedera yang banyak menimpa pemainnya. Cedera itu dialami para pemain pada pertandingan pertama.

Pemain yang mengalami cedera adalah pemain inti yang turun pada pertandingan lalu yaitu Oktovianus Maniani dan Titus Bonai yang mengalami cedera lutut, Dendi Santoso cedera pergelangan kaki, dan Hendro Siswanto yang mengalami cedera otot.

Selain itu, tim Merah-Putih juga harus bisa menyesuaikan diri dengan cuaca dan suhu di Turkmenistan yang sangat dingin.

"Rencananya kami akan berangkat (ke Turkmenistan) lebih awal, sekitar hari Jumat atau empat lima hari sebelum pertandingan," kata Wolfgang Pikal, asisten pelatih timnas Pra Olimpiade.

Keberangkatan lebih awal dimaksudkan untuk proses aklimatisasi cuaca di Turkmenistan. Hal itu perlu dilakukan karena suhu rata-rata di sana mencapai 5 derajat celcius. Kesulitan serupa pernah menimpa Timnas U-16 saat berlaga di AFC U-16 Championship 2010 di Uzbekistan. Suhu saat itu bahkan mendekati 0 derajat Celsius.(*)

(T.T009/F005)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar Pembaca