Rabu, 3 September 2014

Dongeng "Bawang Merah-Bawang Putih" Jadi Drama di London

Minggu, 13 Maret 2011 11:13 WIB | 6.411 Views
Dongeng
Dongeng tradisional bawang merah-bawang putih (langgam.com)
London (ANTARA News) - Dongeng tradisional bawang merah-bawang putih   menjadi inspirasi bagi pertunjukan teater  dengan judul "Plants" di London.

Pertunjukan itu digelar "University of London Indonesia Society" dan Perhimpunan Pelajar London (PPI)  dalam acara "Indonesian Cultural Night" 2011.

Pagelaran drama Plants gubahan Yonathan Tanjung dibawakan para mahasiswa Indonesia  dengan penampilan kocak  menghibur sekitar 500 penonton yang memenuhi Great Hall, Imperial College London, Minggu malam.

Hadir dalam acara itu antara lain  Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republic Irlandia Yuri Thamrin dan Atase Pendidikan dan kebudayaan KBRI London T.A Fauzi Soeleiman.

Malam budaya Indonesian Cultural Night 2011 diramaikan berbagai macam pertunjukan seni dan budaya yang terinspirasi dengan kultur dan sejarah Indonesia termasuk penampilan pencak silat dan peragaan busana berbagai daerah.

Para pelajar yang tergabung dalam University of London Indonesia Society dengan gayanya memperagakan busana tradisional berbagai daerah di Indonesia yang dimodifikasi dengan gaya modern.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia Yuri Thamrin dalam pidatonya  menyebutkan bahwa KBRI London tahun ini antara lain akan melakukan berbagai kegiatan untuk memperingati 200 tahun hubungan Indonesia-Inggris.

Hubungan itu diawali dengan kehadiran Sir Thomas Stamford Raffles di Pulau Jawa tahun 1811. Dia  tinggal lebih lama di Jawa dibandingkan saat di Singapura.

Raffles juga mengarang buku yang berjudul The History of Java yang menemukan Borobudur dan Candi Prambanan. Namanya dikaitkan dengan nama bunga Rafflesiarnoldi.

Para penonton yang memenuhi gedung Great Hall membayar tiket termasuk makan malam sebesar 10 pound sterling namun untuk mahasiswa harga tiketnya 4 pound sterling.
(H-ZG/A041)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2011

Komentar Pembaca
Baca Juga