Jumat, 31 Oktober 2014

Jepang Latih 104 Calon Perawat dari Indonesia

| 2.951 Views
id calon tki, perawat, jepang
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Jepang mulai melatih 104 calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan dipekerjakan sebagai perawat di negara itu.

Serah terima 104 calon TKI itu dilakukan oleh Deputi Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Ade Adam Noch kepada Dubes Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri di Jakarta, Selasa.

Ke-104 itu terdiri atas 47 calon TKI perawat pasien (nurse) dan 57 perawat jompo (careworker).

Ade yang didampingi Direktur Penempatan Pemerintah BNP2TKI Haposan Saragih menjelaskan, pelatihan bahasa Jepang untuk 104 calon TKI pada 2011 itu merupakan angkatan keempat sejak dimulai penempatan TKI program kerja sama antarpemerintah (G to G) Indonesia - Jepang pada 2008.

"Para calon TKI ini akan mengikuti pelatihan Bahasa Jepang selama sembilan bulan, tiga bulan dilakukan di Indonesia dan enam bulan di Jepang," kata Ade Adam Noch.

Pelatihan itu, katanya, untuk meningkatkan kualitas kerja TKI dan sebagai prasyarat mengikuti ujian nasional Bahasa Jepang di Jepang kelak.

Ia berharap dan sekaligus memberi semangat kepada 104 calon TKI menjalani pelatihan Bahasa Jepang secara bersungguh-sungguh dan memantapkan niatnya untuk bekerja hingga selesai masa kontraknya.

Penempatan TKI perawat ke Jepang dilaksanakan atas dasar nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia (BNP2TKI) dan Jepang (The Japan International Corporation of Welfare Services/JICWELS) yang ditandatangani di Jakarta pada 19 Mei 2008, dan diperbarui pada 29 Januari 2010.

"Dalam MoU ditegaskan, penempatan TKI ke Jepang program `G to G` hanya ada dua, `nurse` dan `careworker` yang hanya dilakukan oleh BNP2TKI dan JICWELS. Selain itu tidak ada lembaga lain," kata Ade.

TKI perawat itu, katanya, diberlakukan sama dan memiliki hak-hak yang sama seperti tenaga kerja lazimnya di Jepang.

"Itulah sebabnya, setelah selesai menjalani pelatihan Bahasa Jepang, mereka diwajibkan menjalani ujian nasional Bahasa Jepang," katanya.

Ade menambahkan dari 104 calon TKI perawat itu, ada dua peserta perawat jompo yang bisa langsung bekerja karena memiliki sertifikat kemampuan Bahasa Jepang tingkat 2 yakni Marina Fransiska dan Tumbur Harmoko Turnip.

Keduanya dapat langsung bekerja di panti jompo sehingga sementara ini menunggu proses pengajuan visa dan pemberangkatan ke Jepang, kata Ade.

Menurut Ade, ke-104 calon TKI itu merupakan orang pilihan karena mereka sebelumnya telah menjalani seleksi ketat, sejak pendaftaran sampai pelatihan Bahasa Jepang yang diikuti 389 orang.

TKI perawat pasien dan perawat jompo yang bekerja di Jepang dari 2008 sampai 2010 ada 686 orang dan mereka tersebar di 45 dari 47 prefektur (provinsi) di Jepang.

(B009/A035/S026)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar Pembaca
Baca Juga