Stabat, Langkat (ANTARA News) - Tiga orang dilaporkan terluka dalam bentrokan antara warga dengan karyawan PTPN II Perkebunan Kwala Bingei di Dusun Sukarame, Desa Kepala Sungai, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis.

Bentrok dipicu sengketa lahan antara perusahaan perkebunan itu dengan warga setempat.

"Ada tiga warga yang mengalami luka-luka karena disabet parang," kata Faidi S, warga setempat yang ditemui di rumah sakit Insani Stabat.

Faidi S, salah seorang yang terluka dalam kejadian itu menjelaskan bahwa masyarakat tidak ada yang melakukan perlawanan ketika pihak PTPN II datang ke lokasi tanah yang disengketakan, katanya.

Kejadiannya sekitar pukul 09.30 Wib, dimana masyarakat sedang duduk-duduk di cakruk yang ada.

Lalu datanglah puluhan karyawan PTPN II Kwala Bingei, langsung mencabuti tanaman yang ditanam masyarakat di lahan 13, 7 hektar, yang diklaim pihak perkebunan sebagai miliknya.

"Kami hanya menyaksikan saja, ketika lahan yang sudah kami tanami itu dicabut oleh massa yang datang," katanya.

Namun karyawan yang datang tersebut juga melakukan tindakan membabi buta, dengan menangkapi orang-orang yang berada di sekitar lahan yang disengketakan.

Malah Edi Suprayitno (35) penduduk Dusun A Sukarame Desa Kepala Sungai pundaknya terkena sabetan senjata tajam, kata Faidi S.

Faidi yang terkena sabetan senjata tajam di punggunya harus mendapatkan 16 jahitan dari dokter.

Demikian juga dengan Ruswanto (35), penduduk Dusun Baru Jaya Pasar III Dondong, tubuhnya memar-memar dipukuli, selain itu juga kedua tangannya terkena sebetan senjata tajam.

"Saya datang ke lokasi mau menemui teman saya untuk membicarakan pengangkutan batu bata, malah saya dipukuli oleh kelompok karyawan yang datang ke lokasi yang disengketakan," katanya.

Tidak hanya masyarakat yang berada di sekitar lahan yang disengketakan saja yang menjadi korban, dua orang kru tv dari Metro TV dan ANTV juga sempat diancam oleh karyawan PTPN II Kwala Bingei yang datang ke lokasi tersebut.

Diceritakan Endang Junaidi dari Metro TV, saat itu mereka sedang meliput bentrokan tersebut, entah bagaimana tiba-tiba datang beberapa orang dari pihak karyawan perkebunan.

Kedatangan mereka sambil membawa parang dan mengatakan "dari pihak mana, kalau pihak warga keluar dari lokasi kena nanti", ujar Endang Junadi menceritakan.

(KR-JRD/M019/S026)