Semarang (ANTARA News) - Sebanyak 36.000 personel Kepolisian Daerah Jawa Tengah dari berbagai kesatuan disiagakan untuk mengantisipasi ancaman teror bom sekaligus untuk memberikan jaminan keamanan selama perayaan Paskah tahun 2011.

"Seluruh personel yang ada di masing-masing polres dan polsek disiagakan menyusul pemberlakukan status siaga satu oleh pemerintah untuk mengantisipasi gangguan keamanan pada perayaan Paskah," kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng Komisaris Besar Djihartono, di Semarang, Jumat.

Ia mengatakan, selain pengamanan secara terbuka, kepolisian juga akan memaksimalkan peran intelijen dalam mendeteksi ancaman-ancaman teror dari pihak yang tidak bertanggung jawab dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait.

"Kepolisian telah berkoordinasi dengan semua pihak termasuk TNI untuk mengamankan semua objek vital dan tempat-tempat ibadah sehingga tidak ada gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat," ujarnya.

Terkait dengan antisipasi ancaman teror bom, Wakil Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro Letkol Infanteri Zaenal yang dihubungi terpisah mengatakan pihaknya menyiagakan seluruh personel di tiap kesatuan.

"Personel TNI di jajaran Kodam IV/Diponegoro yang tersebar di empat Komando Resor Militer dan 36 Komando Distrik Militer disiagakan di masing-masing kesatuan," katanya tanpa merinci jumlah personel yang disiagakan tersebut.

Menurut dia, pengamanan yang dilakukan TNI bersifat "on call" yang berarti akan diterjunkan ke lapangan saat dihubungi dan keadaan sudah dianggap berbahaya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Komisaris Besar Bambang Kristiyono akan mengerahkan sekitar 800 personel untuk mengamankan perayaan Paskah di sejumlah titik di Kota Semarang.

"Personel yang dikerahkan tidak hanya melakukan pengamanan di gereja-gereja, melainkan juga melakukan patroli keliling untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas," ujarnya.

Ia mengatakan, dalam melakukan pengamanan perayaan Paskah, kepolisian juga melibatkan pihak internal gereja.

"Sebelum memasuki gereja, para jemaat akan diperiksa terlebih dulu oleh pihak internal gereja dengan didampingi petugas kepolisian," katanya.

Pada Kamis (21/4) malam, Pemerintah mengumumkan status pengamanan siaga satu untuk mengantisipasi gangguan keamanan pada perayaan Paskah di seluruh Indonesia.

Usai rapat kabinet terbatas bidang politik dan keamanan di Kantor Kepresidenan di Jakarta, Kamis, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Djoko Suyanto, mengatakan bahwa status siaga satu itu berlaku sejak Kamis malam sampai Sabtu (23/4).(*)

(U.KR-WSN/M019)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011