Ambon (ANTARA News) - Tanah longsor telah menimbun tiga rumah warga di Desa Liliboi, Kecamatan Leihitu Barat, Pulau Ambon ketika hujan mengguyur daerah itu sejak kemarin malam hingga Jumat petang, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Kilfy Wakanno, di Ambon Jumat malam mengatakan, satu rumah rusak total dan dua lainnya rusak cukup parah karena diterjang tanah longsor dari lereng gunung.

"Kami telah menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada keluarga korban bencana longsor tersebut, ujarnya.

Longsor juga menutup jalan akses menuju sejumlah desa di kecamatan Leihitu Barat, diantaranya Desa Hatu - Liliboi - Alang - Wakasihu - Larike - Asililu.

"Akses jalan dari bandara internasional Pattimura di desa Laha, kecamatan Teluk Ambon ke enam desa tersebut juga tutup akibat meluapnya sungai Air Manis sehingga pengelola maupun pengguna angkutan kota - mobil pribadi dan sepeda motor diimbau tidak menyeberang," kata Kilfy.

BPBD Maluku juga melakukan pemantauan di kecamatan Leihitu Timur dan mencatat warga dusun Mamua terpaksa mengungsi akibat banjir dari arah gunung Hatiwe Besar.

"Warga yang rumahnya berada di bantaran sungai terpaksa mengungsi ke rumah kerabat guna mengantisipasi korban jiwa tidak diinginkan," tegasnya.

Pihak BPBD juga intensif menginventarisasi kerusakan rumah penduduk serta fasilitas umum maupun sosial guna menyampaikan laporan ke Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu, BNPB dan kementerian/ lembaga teknis lainnya di pusat agar nantinya dibantu setelah berakhirnya musim hujan.

"Kami tidak bisa berbuat apa - apa saat musim hujan yang diperkirakan hingga Juli atau Agustus 2011 untuk membangun fisik karena mubazir," ujarnya.

Musim hujan sejak 30 April 2011 telah mengakibatkan seorang warga Batugantong, kecamatan Nusaniwe yakni Febby Linda Kuruwal meninggal tertimpa bencana longsor.

(ANTARA/S026)


Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011