Minggu, 5 Juni 2011 15:52 WIB | 1681 Views
Tangerang (ANTARA News) - Universitas Pelita Harapan (UPH, Banten, mengelar kompetisi dan konferensi internasional hukum ruang angkasa yang diikuti peserta dari perguruan tinggi Asia dan Pasifik, demikian juru bicara UPH Claudia Hirawady di Tangerang, Minggu.
Dia mengatakan, kompetisi digelar sejak Jumat lalu di kampus UPH Karawaci hingga hari Minggu ini, sedangkan konferensi akan mulai Senin esok, sampai Selasa lusa.
Menurut dia, kompetisi tersebut pertama kali digelar di Indonesia untuk wilayah Asia dan Pasifik, bahkan diikuti 24 tim dari berbagai mahasiswa fakultas hukum India, Cina, Jepang, Singapura dan Filipina.
Pembahasan dalam kompetisi tersebut menyangkut kasus kontaminasi lingkungan dan gangguan yang merusak ruang angkasa.
Pemenang kompetisi akan diberangkatkan ke Cape Town, Afrika Selatan yang disponsori dari sebuah lembaga "Japan Aerospace Exploration Agency" dari Jepang dan bertanding untuk tingkat dunia, serta bertemu dengan pemenang dari wilayah Amerika Utara dan Eropa.
Menurut Claudia, kompetisi tingkat dunia ini akan diselenggarakan dalam "International Astronautical Congress" (IAC).
Para pembicara dalam konferensi berasal dari beberapa negara di Asia dan Pasifik dan dibuka oleh Bambang Setiawan Tejasukmana, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Sepuluh tahun belakangan ini, kompetisi dan konferensi itu selalu dilaksanakan di Sydney, Australia, namun sanjutnya diselenggarakan secara bergantian.
Perguruan tinggi di Indonesia yang ikut berpartisipasi aktif pada kompetisi dan konferensi ini adalah Universitas Indonesia, Universitas Atmajaya, Jakarta, Universitas Pajajaran Bandung dan UPH.(*)
ANT/A047
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyarankan agar penyelenggaraan pendidikan berkarakter lebih diarahkan ke ...
Pemerintah Kotabaru, Kalimantan Selatan, berencana membangun masjid dengan 99 kubah, yang merupakan bentuk keseriusan ...
Wakil Ketua I DPRP Papua Yunus Wonda meminta kepada kepolisian di wilayah itu agar bisa mengungkap sejumlah peristiwa ...