Lima (ANTARA News) - Mantan presiden Peru Alberto Fujimori kembali ke penjara Selasa setelah seorang spesialis kanker yang memeriksa dia mengatakan padanya bahwa kanker lidahnya tidak berlanjut.

"Kasusnya bukan stadium akhir, kanker tidak berlanjut, tapi dia masih pasien berisiko tinggi," kata Pedro Sanchez, yang memeriksa Fujimori, 72 tahun, di rumah sakit kanker terkenal Lima.

Sanchez mengatakan, Fujimori yang telah menghabiskan lima hari terakhir di rumah sakit, juga akan menerima perawatan psikiatris untuk "depresi berat" yang telah menyebabkan penurunan berat badan hingga 15 kilogram (33 pon).

Mantan presiden itu sendiri secara pribadi mengucapkan terima kasih atas doa para simpatisanbya, dan membantah bahwa dia kankernya berlanjut, dalam sebuah video singkat yang diperoleh AFP.

"Terima kasih Tuhan, saya tidak memiliki kanker berkelanjutan," kata Fujimori, tampil kurus tapi tetap optimis.

Fujimori dirawat di rumah sakit empat hari setelah putrinya, Keiko Fujimori kalah dalam pemilihan presiden pada 5 Juni oleh tokoh kiri Humala Ollanta, yang mengambil alih pemerintahan pada 28 Juli.

Fujimori, yang adalah presiden 1990-2000, dijatuhi hukuman 25 tahun penjara pada tahun 2009 karena korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia.

Seruan-seruan untuk mengampuni mantan presiden itu telah menghasilkan alarm di antara para pendukung hak asasi manusia yang mengatakan bahwa Fujimori harus menjalani hukuman untuk kejahatannya.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011